Breaking News:

Jurnalisme Warga

Kisah Keluarga yang Sadar Isolasi Mandiri

TERKAIT isu Covid-19 saya punya teman yang tekun melakukan isolasi mandiri. Namanya Rosmaliana, lahir di Lamnga, Aceh Besar

Kisah Keluarga yang Sadar Isolasi Mandiri
IST
SITI RAMHAM, Founder Warung Penulis dan penulis buku Jejak Setapak di Tanah Rencong, melaporkan dari Ulee Kareng, Banda Aceh

OLEH SITI RAMHAM, Founder Warung Penulis dan penulis buku Jejak Setapak di Tanah Rencong, melaporkan dari Ulee Kareng, Banda Aceh

TERKAIT isu Covid-19 saya punya teman yang tekun melakukan isolasi mandiri. Namanya Rosmaliana, lahir di Lamnga, Aceh Besar. Sahabat saya ini sudah tujuh tahun berdomisili di Jakarta. Ia ikut suaminya yang asli orang Jakarta, bekerja sebagai chef  di Hotel Mulia Senayan. Pasangan ini memiliki dua anak: Alula Rifaya Jasmine (5) dan Syanala Dzahin Jeumpa (4).

Rosmaliana pulang ke Aceh pada 22 April 2020. Dia ingin sekali mudik dan sudah merasa tak nyaman dengan pemberitaan corona. Ketika itu belum ada aturan dilarang mudik dan mereka sudah beli tiket 18 April, tapi karena kurang sehat baru bisa berangkat pada 22 April.

“Jadi, yang kami pikirkan pertama kali itu adalah anak-anak. Kasihan anak-anak kalau mereka lama-lama terus begini,” keluhnya.

“Mereka di rumah saja, tidak ke mana-mana. Walaupun di rumah ada fasilitas buku dan mainan, tetapi mereka butuh juga main di luar,” tambahnya.

Menurut Rosmaliana, untuk main di luar rumah, tidak mungkin lagi dilakukan di  Jakarta pada saat pandemi ini. “Bukan pesimis ya, tapi realistis,” katanya.

Dia mengaku prihatin dan gundah melihat kasus Covid-19 yang penderitanya terus meningkat di Jakarta.  “Wabah ini bakal lama tuntasnya, mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang kurang patuh terhadap aturan pemerintah,” cetusnya.

Ketika kasus corona kian meningkat, Kak Ros–begitu ia biasa saya sapa--tidak bisa tidur karena asam lambungnya kambuh. Dia ketakutan.“Kakak sakit bukan karena corona nanti, tapi malah lambung yang kena karena stres,” ungkapnya.

Akhirnya, Kak Ros diskusi dengan suaminya tentang rencana kepulangan sementara mereka ke Aceh. Mereka mempertimbangkan plus minusnya kalau tetap tinggal di Jakarta. Suami pun menyetujui keinginan Kak Ros. Mereka putuskan untuk pulang demi kebaikan anak-anaknya.

Kak Ros pun terus berkomunikasi dengan ayahnya melalui WhatsApp. “Ayah setuju kami pulang ke Aceh , tapi ayah harus kasih pengertian kepada mamak agar kami isolasi mandiri dulu. Rencana awal isolasi di rumah panggung, rumah kosong peninggalan nenek kami,” ujarnya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved