Breaking News:

Berita Aceh Besar

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar dan Anggota Berkunjung ke Gedung Arsip Aceh, Ini Harapannya ke Pemkab

Kedatangan kedua politisi PKS ini disambut Kepala ANRI Aceh, Muhammad Ikhwan.

For Serambinews.com
Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz SE (dua kanan), Anggota DPRK setempat, Mursalin SHI (kanan) dan Kepala Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) Aceh, Muhammad Ikhwan (dua dari kiri) foto bersama di Gedung ANRI Aceh Gampong Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (30/6/2020). 

Kedatangan kedua politisi PKS ini disambut Kepala ANRI Aceh, Muhammad Ikhwan.

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz SE, bersama Anggota Mursalin SHI berkunjung ke Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Aceh, Selasa (30/6/2020). 

Gedung ANRI ini di Gampong Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. 

Kedatangan kedua politisi PKS ini disambut Kepala ANRI Aceh, Muhammad Ikhwan.

Zulfikar Aziz mengatakan dalam kunjungannya itu, Muhammad Ikhwan berjanji akan membantu mengarsip statis milik Pemerintah Aceh maupun Kabupaten Aceh Besar.

Selain itu, Muhammad Ikhwan mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi arsip statis kepada Pemerintah maupun masyarakat Aceh.

Arsip statis adalah dokumen yang dihasilkan pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan atau nilai berkelanjutan yang tidak bisa dimusnahkan. 

PT LIB Masih Cari Venue, Ada Klub Liga 1 2020 Keberatan Kompetisi Digelar di Yogyakarta

India Beli Bom Pintar Israel, Bisa Hancurkan Bunker yang Baru Saja Dibuat Cina di Lokasi Pertikaian

Lima Pasien Covid-19 Lhokseumawe Dipulangkan dari RSU Cut Meutia, Meski belum Keluar Hasil Swab

Sementara itu, kepada Serambinews.com, Rabu (1/7/2020), Zulfikar meminta Pemkab Aceh Besar agar mengelola arsip statis ini di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kantor camat, dan tingkat desa.

Hal ini penting untuk menyelamatkan arsip guna mengantisipasi munculnya konflik keperdataan rakyat.

"Kesadaran untuk menyelamatkan arsip penting selama ini sangat kurang, padahal Aceh daerah rawan bencana.

Semua arsip yang ada di OPD, di Kecamatan maupun di gampong harus terdata dan diselamatkan untuk antisipasi munculnya konflik keperdataan rakyat.

Misalnya, agar tidak terjadi konflik antar gampong gara-gara tapal batas desa

Penyelamatan arsip di tengah pandemi Covid-19 juga sangat penting.

Kita harus bisa memilah-milah arsip dan stastis yang bernilai tingkat kabupaten, provinsi dan arsip tingkat nasional," ujar Zulfikar. 

Menurut Zulfikar Aziz, seluruh data aset milik Pemkab Aceh Besar, partai, DPRK, dan aset-aset di OPD, kantor camat dan aset desa harus tersimpan aman, sehingga tak ada pemalsuan dokumen di kemudian hari. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved