Breaking News:

Berita Aceh Selatan

Aceh Selatan Bersiap Adakan PBM Tatap Muka, Tapi Ini Sikap Tgk Amran Jika Ada Kasus Baru Corona

Dia menegaskan, jika dalam pelaksanaan PBM secara tatap muka nanti terjadi penambahan kasus reaktif Covid-19, maka sekolah akan kembali ditutup...

For Serambinews.com
Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran foto bersama dengan unsur Forkopimda dan para peserta sosialisasi dan simulasi proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di masa ‘new normal’ di SDN Unggul Tapaktuan, Kamis (2/7/2020). 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Aceh Selatan bersiap untuk mengadakan kembali proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka pada fase ‘new normal’.

Indikatornya terlihat dari pelaksanaan sosialisasi dan simulasi proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di masa ‘new normal’ yang dipusatkan di SDN Unggul Tapaktuan, Kamis (2/7/2020).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran itu turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda H Nasjuddin SH MM, dan para asisten, serta sejumlah kepala SKPK.

Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran menyatakan, dirinya sangat berharap ke depan tidak ada lagi penambahan kasus baru di Aceh Selatan, terutama di lingkungan sekolah.

Dia menegaskan, jika dalam pelaksanaan proses belajar mengajar secara tatap muka nanti terjadi penambahan kasus reaktif Covid-19, maka sekolah akan kembali ditutup dan proses belajar mengajar balik lagi secara daring.

Gampong Jambo Apha Aceh Selatan Salurkan BLT-DD Tahap III

Fakta PNS Pemko Medan Mesum Bareng Karyawati Minimarket di Hotel, Digerebek Istri dan Lapor Polisi

Dinas Pendidikan Aceh Pantau Persiapan PBM Tatap Muka untuk SMA di Aceh Selatan

"Karena pembukaan sekolah di masa pandemi merupakan sebuah pertaruhan besar di dunia pendidikan. Karena, hingga saat ini laju penularan Covid-19 di Tanah Air kian meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan," papar Tgk Amran.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan, lanjut Bupati, sudah menerbitkan regulasi bahwa sekolah berada di zona hijau boleh kembali melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dengan memperhatikan beberapa persyaratan seperti persetujuan pemerintah daerah yakni keputusan gugus tugas Covid-19.

Karenanya, Dinas Pendidikan Aceh Selatan diminta terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terkait format pelaksanaan tahun ajaran baru.

"Dalam pembelajaran tatap muka di sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sekolah harus mempersiapkan segala sesuatu menyangkut protokol kesehatan ini guna mengatasi pandemi Covid-19,” tukasnya.

“Seperti menyediakan keran dan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun, pengukuran suhu tubuh peserta didik, memakai masker, dan menyediakan hand sanitizer," ucapnya.

Dikira Bahan Rempah, Satu Keluarga Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Mengonsumsi Daun Ganja

Pemuda Garot Pandrah Bireuen Meninggal di Malaysia

Nagan Raya Galakan Ketahanan Pangan Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19

“Untuk guru dan siswa yang masuk golongan komorbid atau memiliki penyakit penyerta, sebaiknya tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar,” saran Tgk Amran.

Selain itu, lanjutnya, sekolah juga wajib membuat jarak tempat duduk siswa di kelas dan jumlah murid pun dibatasi setengah dari daya tampung ruang belajar.

Bupati juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan pendidikan selama masa Covid-19, harus menjadi momentum untuk melakukan transformasi pendidikan dengan menerapkan kebiasaan baru.

"Akibat terjadinya dua kasus positif Covid-19 di Aceh Selatan yang terpapar dari luar daerah, maka status zona hijau menjadi zona kuning. Maka kami sangat menekankan dalam hal ini instansi terkait dan sekolah senantiasa selalu mengedepankan protap Covid-19 guna menekan terjadinya transmisi lokal penyebaran wabah ini," pesannya.

Bangun Piramida di Belakang Rumah, Pasutri di Rusia Ini Klaim Bisa Melindungi dari Virus Corona

Jamaah Tabligh: “Tolong Pulangkan Kami ke Negara Asal Kami”

Kajari Fajar Mufti Lantik Rajeskana Sebagai Kasi Datun Kejari Aceh Selatan

"Kepada para guru dan anak-anak didik yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan simulasi ini untuk mematuhi dan melaksanakan aturan yang telah ditetapkan pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19," pungkasnya.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved