Berita Kutaraja

Pengoperasian Kembali Trans Kutaradja Tunggu Perkembangan Covid, Jumlah Penumpang Anjlok 72 Persen

"Alasan Dishub Aceh belum mengoperasi Trans Kutaradja karena kasus penularan virus corona di Aceh masih tinggi dan belum menurun," Kata Kadishub Aceh

Rute Trans Kutaradja 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pandemi virus corona yang melanda dunia hingga Aceh membuat operasi angkutan umum kota berlabel ‘Trans Kutaradja’ terhenti sejak 27 Maret 2020.

Ternyata, hingga 1 Juli 2020, Dinas Perhubungan Aceh (Dishub) selaku dinas yang berwenang dalam pengoperasian Trans Kutaradja tetap belum juga mengoperasikan kembali moda transportasi massal tersebut.

Padahal, saat ini Aceh dalam fase ‘new normal’ sejak penerapannya diumumkan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT pada 5 Juni 2020 lalu.

Menurut Dishub, ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum mengambil kebijakan untuk mengoperasikan kembali Trans Kutaradja yang melayani lima koridor rutin diBanda Aceh dan Aceh Besar tersebut.

Pertimbangan utamanya adalah karena kasus penularan virus corona di Aceh masih tinggi. "Alasan Dishub Aceh belum mengoperasi Trans Kutaradja karena kasus penularan virus corona di Aceh masih tinggi dan belum menurun," Kata Kadishub Aceh, Ir Junaidi MT, melalui Kepala UPTD Trans Kutaradja, Al Qadri kepada Serambinews.com, Rabu (1/7/2020), di Kantor Dishub Aceh.

Trans Kutaraja Setop Operasi Selama Pandemi, Gaji Sopir dan Kondektur Tetap Dibayar, Ini Besarannya

Dinas Kesehatan Telusuri Rantai Penularan Covid-19 Warga Langsa

Rapid Test Covid Hasilnya Reaktif, Seorang Pemuda di Nagan Raya Jalani Swab

Al Qadri menjelaskan, pada tahun anggaran 2020, Trans Kutaradja mulai beroperasi pada awal Februari dengan pagu anggaran setahun Rp 13 miliar. Namun baru berjalan satu bulan lebih, ujarnya, Trans Kutaradja harus stop operasi sementara mulai 27 Maret 2020, lantaran merupakan salah satu lokasi rentan penyebaran Covid-19.

“Karena, dari hasil pemantauan Kemenhub di daerah yang berstatus zona merah penularan Covid-19, salah satu sarana orang mudah tertular virus corona adalah transportasi umum, seperti bus, pesawat terbang, kereta api, kapal laut, dan angkutan umum lainnya,” urainya.

Apalagi, sebut dia, sejak maraknya penyebaran wabah virus corona di Indonesia pada Maret 2020, jumlah penumpang Trans Kutaradja cenderung menurun. Selain itu, faktor jumlah penumpang juga berpengaruh.

Ia merincikan, pada minggu pertama bulan Maret, dari 52 unit bus Trans Kutaradja yang dioperasikan di lima koridor atau trayek Banda Aceh-Aceh Besar, jumlah penumpang rata-rata per hari masih banyak dan mencapai 5.986 orang.

Halaman
12
Penulis: Herianto
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved