Breaking News:

Jurnalisme Warga

Menjalani SKB dengan Rendah Hati

SUDAH beberapa bulan belakangan ini peserta yang dinyatakan lulus seleksi tahap pertama Tes CPNS Tahun 2019 hanya bisa menunggu

Menjalani SKB dengan Rendah Hati
IST
MUHADI KHALIDI, M.Ag., Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry dan Anggota Komunitas Menulis Pematik Chapter Aceh Tenggara, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH MUHADI KHALIDI, M.Ag., Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry dan Anggota Komunitas Menulis Pematik Chapter Aceh Tenggara, melaporkan dari Banda Aceh

SUDAH beberapa bulan belakangan ini peserta yang dinyatakan lulus seleksi tahap pertama Tes CPNS Tahun 2019 hanya bisa menunggu kepastian terkait jadwal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dilaksanakan.

Proses kegiatan SKB tersebut terpaksa diundurkan oleh pemerintah karena mewabahnya kasus pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, temasuk Indonesia. Bahkan, seleksi CPNS tahun 2020 yang rencananya akan dibuka menjelang akhir tahun sudah resmi ditiadakan. Tentu ini kabar duka bagi para pemburu NIP yang mungkin telah mempersiapkan segalanya sejak jauh hari.

Informasi sebelumnya, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Tahun 2019 dijadwalkan selesai pada Mei 2019. Pengunduran jadwal SKB ini tentu menimbulkan kegalauan, kecemasan, dan kekhawatiran tersendiri, khususnya bagi mereka yang berhasil lolos tahap dasar (SKD). Spekulasi pun bermunculan di media, ada yang mengatakan bahwa SKB akan ditiadakan, tapi tidak sedikit yang menyatakan ‘tetap digelar’ guna menenangkan massa.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, keresahan terkait ketidakpastian seleksi kini terjawab sudah. Jadwal SKB yang ditunggu-tunggu tersebut akan dilaksanakan pada akhir Agustus sampai awal Oktober 2020 sebagaimana disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana (Serambi, 24 Juni 2020). Kabar ini tentu disambut gembira, meskipun corona kian merajalela.

Bahagia bercampur takut pasti dirasakan oleh para peserta yang telah lulus seleksi kompetensi dasar (SKD). Setidaknya, kebahagiaan mulai tersirat ketika harapan untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) seolah semakin di depan mata. Sebaliknya, rasa takut dan kekhawatiran ikut bermain, mengingat kompetisi belum berakhir, karena masih akan ada peserta yang tersisih. Apalagi, jumlah pasien positif Covid-19 kian bertambaah. Tentu semua ini membuat rasa takut menjadi semakin berlipat ganda.

Tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB) memiliki beberapa tes di dalamnya, yaitu psikotes, tes wawancara, microteaching, dan tes ketahanan jasmani. Berdasarkan pengalaman sebelumnya pada instansi Kementerian Agama maka tes SKB yang diikuti oleh peserta ada tiga, yaitu psikotes, wawacara, dan mikroteaching. Sedangkan instansi lainya boleh jadi kurang atau lebih dari tiga tes yang akan dilalui, tergantung kebijakan masing masing instansi.

Menyikapi ini, kandidat yang masih berpeluang harus optimis. Sudah waktunya kembali bakar semangat karena persaingan akan dimenangkan oleh mereka yang paling baik dari yang terbaik.

Bagi peserta yang tak lulus SKD, maka janganlah bersedih hati. Apalagi sampai merasa diri ini bodoh dan tak ada gunanya. Pemikiran semacam itu hanya akan membuat diri larut dalam penyesalan dan sulit bangkit dari keterpurukan. Hidup adalah kompetisi. Jadi, wajar saja bila ada yang menang dan ada yang kalah, maka semuanya harus diterima dengan lapang dada. Kuncinya harus bersyukur, karena syukur merupakan obat hati yang dapat menstimulasi untuk ke depannya berusaha lebih baik lagi.

Jangan sombong

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved