Salam

Polri Ingin Lebih Dekat Lagi Dengan Masyarakat  

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis meminta maaf kepada masyarakat apabila kinerja Polri selama ini belum bisa memenuhi harapan

Wartakotalive/Budi Sam Law Malau
Jenderal Idham Azis 

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis meminta maaf kepada masyarakat apabila kinerja Polri selama ini belum bisa memenuhi harapan. Ia berjanji Polri akan membenahi segala kekurangan dalam melayani masyarakat. Perhomohan maaf tersebut disampaikan Idham dalam pidato sambutannya di peringatan Hari Bhayangkara ke‑74 di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/7). "Saya memohon maaf kepada masyarakat di seluruh Indonesia apabila masih ada kinerja atau hal‑hal yang belum bisa membuat masyarakat puas terhadap pelayanan kami," kata Idham.

Idham menyatakan, sepanjang kepemimpinannya di Korps Bhayangkara, ia telah berupaya semaksimal mungkin untuk menampilkan Polri yang melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Ia pun mengaku terus memotivasi jajarannya untuk bekerja dengan baik dan selalu menebar kebaikan.

Idham menambahkan, Polri setiap hari ditutunt untuk melakukan perbuatan dan tindakan yang terbaik. "Hanya dengan cara itu, kita makin disenangi masyarakat, makin dicintai masyarakat," kata jenderal bintang empat ini.

Sikap terbuka Kapolri itu mendapat apresisasi dari banyak kalangan, terutama di media sosial. Jangan cuma memberi apresiasi, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bahkan meminta masyarakat untuk tidak segan memberikan masukan dan kritik terhadap Polri. "Polri harus terus menerus terbuka terhadap kritik, masyarakat juga jangan segan memberikan masukan dan kritik konstruktif pada polisi," ujar Mahfud.

Ia menambahkan, "Bahwa (Polri) harus diperbaiki memang benar. Tetapi Polri sendiri harus pada komitmen sebagai abdi negara dan abdi bangsa yang siap menjaga NKRI. Polri sebagai alat negara memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting.”

Menurut Mahfud, dalam sebuah negara, apabila kegiatan polisi terhenti dalam beberapa waktu, negara tersebut terancam bubar. Hal itu terjadi karena orang bisa bertindak kriminal akibat terhentinya kegiatan kepolisian. "Bayangkan kalau satu negara polisi dan tentaranya terhenti selama setengah jam saja, negara bisa bubar. Tidak ada yang mengamankan, maka orang bisa bertindak brutal, kriminal berat dan tindakan teror lainnya."

Terkait dengan citra dan kinerja Polri, tuntutan masyarakat sebetulnya tidak berlebiu-lebihan. Yang diamaui susungguhnya Polri mampu menjadi pengayom dan pelayan masyarakat setiap saat. Terlebih, tugas utama Polri memberikan perlindungan bagi semua masyarakat dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Polisi yang profesional dalam harapan masyarakat adalah polisi yang mampu memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Karenanya, mewujudkan institusi Polri yang profesional, mandiri dan dekat dengan masyarakat merupakan kebutuhan yang tidak terhindarkan lagi.

Undang‑Undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian sudah menganut paradigma baru bagi institusi Polri, yaitu kepolisian yang lebih berorientasi sipil (civilian police). Perjalanan panjang yang sudah dilalui diharapkan mampu membuat Polri semakin matang dalam mewujudkan civilian police.

Meskipun lama kelamaan harapan masyarakat kepada Polri makin banyak dan macam-macam, tapi mata seorang politisi senior Indonesia, "Membangun Polri sebagaimana harapan masyarakat bukanlah pekerjaan yang mudah. Harus kita akui Polri sudah mampu dan berhasil menangani berbagai kasus kriminal berdimensi internasional, seperti terorisme, narkoba, dan separatisme. Masyarakat perlu menghargai kinerja dan keberhasilan Polri dalam menjalankan tugas dan kewenangannya."

Dan, janji Kapolri untuk memperbaiki kinerja institusinya serta permintaan maaf itu, kita pahami sebagai keinginan Polri untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat. Kita sangat menghargai hal itu.  Makanya, kita ucapkan “Selamat Hari Bhayangkara 2020!”

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved