Breaking News:

Luar Negeri

Usai Perpanjang Kekuasaan Vladirim Putin, Rusia Gelar Referendum Larangan Perkawinan Sesama Jenis

Para pemilih Rusia mendukung referendum nasional larangan perkawinan sesama jenis, baik gay atau lesbian dan LGBT.

AFP/Dimitar DILKOFF
Seorang pengunjung memperhatikan sebuah lukisan di Galeri Tretyakov, Moskow, Rusia, Jumat (3/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Para pemilih Rusia mendukung referendum nasional larangan perkawinan sesama jenis, baik gay atau lesbian dan LGBT.

Rakyat Rusia ingin mendefinisikan pernikahan secara eksklusif, satu pria dan seorang wanita.

Referendum, yang mencakup lebih dari 200 amandemen konstitusi, juga membuka jalan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dilansir NBC, Jumat (3/7/2020), Putin tetap berkuasa hingga 2036.

Proposal, yang dipilih oleh publik selama tujuh hari terakhir, didukung oleh lebih dari dua pertiga pemilih.

Meskipun pihak oposisi menyatakan referendum telah dicurangi dari awal .

Alphonso David, presiden Kampanye Hak Asasi Manusia, sebuah organisasi advokasi LGBTQ, mengecam larangan pernikahan gay.

Dia mengatakan Putin adalah ancaman terhadap semua hak asasi manusia.

"Rusia melipatgandakan serangannya terhadap hak asasi manusia dan martabat LGBTQ dengan menambahkan larangan konstitusional terhadap kesetaraan pernikahan," kata David

“Putin dan pemerintahannya menggunakan brosur propaganda menjelang pemilu yang menjanjikan kembalinya ke 'nilai-nilai keluarga tradisional.”

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved