Breaking News:

Berita Luar Negeri

Presiden Rusia Vladimir Putin Mengolok-olok Kedutaan AS di Moskow, Karena Kibarkan Bendera LGBT

Presiden Rusia, Vladimir Putin pada hari Jumat (3/6/2020) mengolok-olok kedutaan AS di Moskow karena mengibarkan bendera pelangi untuk merayakan LGBT.

RUSIA TODAY
Vladimir Putin 

Kebanyakan dari mereka menyuarakan hasrat kompak untuk memboikot produk Unilever.

"Ayo boikot produk Unilever, Insya Allah siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikan yang lebih baik."

"Jadi yakin aja pasti ada kok produk-produk lain selain produk Unilever atau nggak kita sendiri bisa memulai membuat produk-produk yang bisa menyaingi Unilever #BoikotUnilever," tulis @al.bugizy.

"Saya Islam dan ngga ngedukung LGBT,tapi bukan berarti kita harus menghakimi mereka juga, itu bukan urusan kita ,kita bukan Tuhan, lagian mereka juga ngga ngejual produk haram kan?"

"Mereka juga ngehargai agama kita, apa salahnya cuma saling ngehargai dengan cara diem aja," tulis @littleinsten.

Komentar serupa juga tampak pada unggahan terakhir akun Instgram Unilever Indonesia @unileveridn, Sabtu (20/6/2020).

Menhan India Kunjungi Rusia, Minta Pengiriman Sistim Pertahanan Udara Canggih S-400

Biadab! Seorang Ibu di Rusia Tega Jual Dua Putri Kecilnya ke Pria Pedofilia

"Menakutkan kalau Unilever bener-bener mendukung LGBT, dari sekarang harus lebih selektif jangan menggunakan produk Unilever," tulis @shella_lilala.

"Kalau tidak ada tanggapan mengenai Unilever mendukung LGBT saya berhenti pake produk Unilever #stoppakeprodukunilever," tulis @tesa.agusgianti

Tanggapan Unilever Indonesia

Diberitakan Tribunnews.com, Menanggapi ramainya komentar warganet yang menyerukan akan memboikot produk Unilever tersebut, pihak Unilever Indonesia akhirnya buka suara buka suara.

"Unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda."

Tak Peduli Larangan AS, Rusia Nyatakan Siap Penuhi Apapun Kebutuhan Persenjataan Indonesia

"Secara global dan di Indonesia, Unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif," kata Governance and Corporate Affairs Director, Sancoyo Antarikso, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/6/2020).

Sancoyo menegaskan, Unilever telah berada di Indonesia selama 86 tahun, dan perusahannya selalu menghormati dan memahami budaya, norma dan nilai-nilai di Indonesia.

"Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia," terangnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved