Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Uswatun Hasanah, Lulusan Perawat Terbaik STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Bercita-cita Jadi Dosen

Uswatun, merupakan lulusan terbaik Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah tahun 2020 dengan nilai IPK tertinggi 3.89.

For Serambinews.com
Uswatun Hasanah 

Uswatun, merupakan lulusan terbaik Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah tahun 2020 dengan nilai IPK tertinggi 3.89.

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Ns Uswatun Hasanah Dara kelahiran 14 Februari 1996 ini menetap di Desa Tingkuem Manyang, Kabupaten, Bireuen.

Putri dari pasangan Abdul Manaf dan Ainol Mardhiah ini, merupakan alumni Sekolah MAN 3 Bireun.

Uswatun, merupakan lulusan terbaik Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah tahun 2020 dengan nilai IPK tertinggi 3.89.

Selain itu, ia juga peraih juara 1 Syarhil Quran tingkat Kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Selain itu Gadis cantik ini selain ingin jadi perawat juga memiliki hobi menyanyi bercita-cita menjadi guru atau dosen,

"Uswatun sebenarnya dulu cita-cita ingin jadi guru atau dosen, karena lebih senang mengajar dibandingkan dengan memberikan asuhan keperawatan,” katanya kepada Serambinews.com, Sabtu (4/7/2020).

Ia menjelaskan, sewaktu sekolah menengah atas dirinya pernah mengikuti Fahmil Quran, Cerdas Cermat, Musabaqah, dan Syarhil Quran.

"Semua lomba itu, baik tingkat Provinsi Aceh, dan tingkat Kabupaten. Kalau tingkat Provinsi Aceh pernah mengikuti lomba Fahmil Quran meraih juara 3," sebutnya.

Dikatakan Uswatun, sungguh sesuatu yang luar biasa sekali saat profesi ners di Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe , karena 9 bulan praktek di Banda Aceh.

“Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan saat disana, ya mungkin saja di RS daerah-daerah tidak kita ketemui.

8 bulan suka duka praktek di RS daerah Zainal Abidin, dan 1 bulan praktek di RSJ,” ucapnya.

Uswatun Hasanah berpesan kepada teman-temana atau adek-adek kelasnya harus sungguh-sungguh belajar, jangan buang-buang waktu, karena ilmu yang kita pelajari saat ini yang akan menyelamatkan ketika nanti (UKOM dan Kerja).

"Semoga ada harapan dan kesempatan untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya agar bisa menjadi dosen yang selama ini saya cita-citakan,” pungkasnya. (*)

Traveller Masih Jalani Isolasi di Abdya Cenderung Menurun, Meski Perantau Pulang Kampung Bertambah

7 Juli, Plt Gubernur Resmikan Pasar Al-Mahirah Lamdingin

Mengintip Peran Murziyanti, Perempuan Aceh Pertama yang Divonis Mati dalam Kasus Narkotika

Penulis: Zaki Mubarak
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved