Gajah Serang Glumpangtiga, Warga Minta Bantuan BKSDA
Kawan gajah yang diperkirakan mencapai belasan ekor mengobrak abrik tanaman warga di Paya Raoh, Gampong Cot Tunong
MEUREUDU - Kawan gajah yang diperkirakan mencapai belasan ekor mengobrak abrik tanaman warga di Paya Raoh, Gampong Cot Tunong dan Blang Sikunyet Lhok Gajah, Gampong Amud Masjid, Kecamatan Glumpangtiga, Pidie.
Dilaporkan, masyarakat sudah berupaya mengusir, namun belum membuahkan hasil danberharap bantuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Sejumlah warga, Sabtu (5/7) mengatakan serangan gajah sudah sangat meresahkan dan mengaku kehabisan akal untuk mengusirnya.
Dikatakan, petugas BKSDA Aceh yang pernah turun ke lokasi beberapa bulan lalu atau September 2019 hanya melihat-lihat, setelah itu bergegas pulang. “Katanya mereka tak punya dana,” kata seorang warga, Padahal, warga sangat mengharapkan agar gajah segera diusir, sehingga tanaman petani selamat.
Zakaria Ahmad, seorang petani mengatakan gajah memakan tanaman pinang, pisang, jagung termasuk juga pohon rumbia dan sudah terjadi sejak pertengahan tahun lalu, tetapi sempat merreda beberapa bulan lalu, setelah itu kembali muncul. Disebutkan, ketika itu, lokasi pergerakan “Po meurah” hanya di kawasan Mampree, Gampong Rinti, Kecamatan Mutiara Timur dengan tanaman yang dirusak, pinang, pisang, coklat, dan cabai merah.
Ditambahkan, kelompok gajah itu pindah ke wilayah Cot Tunong, Blang Sikunyet, Desa Tufah Jeulatang dan sekitarnya sebelum masuk Glumpangtiga. Zakaria mengatakan hampir semua tanaman rusak digasak gajah dalam dua malam terakhir ini, dengan jumlah antara 5 sampai 7 ekor gajah.
Dikatakan, warga secara berkelompok harus mengawasi kebun setiap malam. Hal serupa juga dilontarkan Keuchik Gampong Cot Tunong, Sulaiman Ahmad, yang dikonfirmasi Serambi melalui ponselnya. “Warga kembali resah, akibat belasan ekor gajah kembali mengobrak-abrik tanaman warga di kawasan Amud Masjid, Cot Tunong dan sekitarnya,” kata Sulaiman.
Sulaiman mengaku sudah sudah bosan melaporkn, karena kurang mendapat respon seperti pengalaman tahun lalu, dimana petugas hanya datang sebentar, lalu pulang dan tidak lanjutnya, dengan alasan tidak ada dana. Keuchik Cot Tunong mengaku sangat kecewa dengan sikap petugas BKSDA itu.
Sementara, Kalak BPBD Pidie, Ir Diwan Ansari menyebutkan gajah yang merusak tanaman itu bukan ranahnya, dengan kata lain bukan BPBD yang menanganinya. “Itu bukan tugas BPBD, tapi wewenang instansi lain, tetapi jika berdampak terhadap manusia akibat ulah binatang tersebut, baru kami turun tangan,” terang Diwan Ansari.(ag)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/satu-area-tanaman-cabai-petani-gampong-cot-tunong-kecamatan.jpg)