Breaking News:

JURNALISME WARGA

Zaki, Laskar Aceh di Pelangi Papua

SAYA tidak begitu kenal dengan almarhum Muhammad Zaki, putra Bireuen yang meninggal di RSUD Nabire, Papua, Senin (29/6/2020)

Zaki, Laskar Aceh di Pelangi Papua
IST
ZULKIFLI, M.Kom, Akademisi Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, melaporkan dari Matangglumpang Dua, Bireuen

ZULKIFLI, M.Kom., Akademisi Universitas Almuslim Peusangan, melaporkan dari Matangglumpang Dea,  Bireuen

SAYA tidak begitu kenal dengan almarhum Muhammad Zaki, putra Bireuen yang meninggal di RSUD Nabire, Papua, Senin (29/6/2020). Pertama kali kenal justru saat ia me- like sebuah status di Facebook saya tentang aktivitas Kampus Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen.

Kemudian komunikasi kami berlanjut melalui messenger dan Muhammad Zaki memperkenalkan dirinya sebagai alumnus Program Studi Bahasa Indonesia pada FKIP Universitas Almuslim. Di kampus ini saya justru mengajar, meski lain program studi dengan tempat Zaki kuliah dulunya.

Singkat cerita, melalui inbox Facebook saya tanyakan mengapa Zaki yang orang Bireuen akhirnya mengabdi di bumi cenderawasih tersebut.

Kepada saya ia kisahkan bahwa awal mula petualangannya dimulai Desember 2015. Saat itu Zaki mengikuti seleksi Program Guru Penggerak Daerah Terpencil melalui Program Pokja Papua. Seleksinya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ada ratusan peserta yang lulus, Zaki satu-satunya dari Aceh. 

Setelah mendapat pembekalan, mereka pun diterbangkan ke Papua pada Januari 2016. Zaki ditempatkan di Kecamatan Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya.

Dengan uang pas-pasan yang sebagian uang itu pun dibantu temannya dan tanpa handphone android, Zaki meninggalkan seorang ibu di Aceh yang kehidupannya memprihatinkan. Dengan tekad untuk membantu ibunya, Zaki berangkat untuk mengabdi di pulau paling timur Indonesia.

Dari beberapa cerita dan chat beliau kepada saya, sempat saya rangkum dalam bentuk tulisan. Kisahnya kemudian saya kirim ke Serambi Indonesia melalui wartawan Serambi di Biro Bireuen, yakni Yusmandin Idris.

Berita tersebut sempat tayang di Serambi dengan judul Putra Aceh Menebar Bakti di Belantara Papua. Saat berita tersebut sampai di tangan redaktur Serambi, Said Kamaruzzaman ia sempat beberapa kali meminta tambahan data dari saya untuk melengkapi tulisan tersebut. Namun, tak bisa saya penuhi, karena saat saya hubungi Zaki lagi, ternyata ia tidak lagi berada di pusat Kabupaten Intan Jaya. Zaki justru sudah terbang ke lokasi pengabdian di SDN Inpres Mbiandoga. Lokasinya berada di wilayah terpencil Kabupaten Intan Jaya, Papua. 

Di Mbiandoga, lokasi tempat Zaki tinggal, belum ada listrik, apalagi jaringan internet. Jadi, kalau ingin berkomunikasi lagi dengannya harus menunggu tiga bulan ke depan, saat mereka berkunjung ke ibu kota kabupaten.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved