Breaking News:

Salam

Awas, Cuaca Ekstrem!  

Suhu setinggi itu, bagi masyarakat di Indonesia bagian barat sudah terasa sangat menyengat serta berpengaruh pada ketidaknyamanan dalam beraktivitas

Serambinews.com
Warga melintas di bagian rumah yang telah hancur ditenjang gelombang pasang di Gampong Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat 

Suhu udara di Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir mencapai 35 derajat Celsius. Suhu setinggi itu, bagi masyarakat di Indonesia bagian barat sudah terasa sangat menyengat serta berpengaruh pada ketidaknyamanan dalam beraktivitas, terutama saat berada di luar rumah. Puncak musim kering di Aceh diperkirakan sampai awal September 2020 dengan suhu udara maksimum bisa mencapai 37.0 derajat Celsius.

BMKG memperkirakan suhu akan merangkak naik karena Aceh sudah berada dalam musim kemarau, khususnya untuk wilayah dataran rendah. Namun begitu, dalam dua sampai tiga hari ke depan, ada beberapa kabupaten/kota di Aceh masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan dan sedang. Yakni, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Subulussalam, Gayo Lues, Simeulue, Aceh Barat, dan Abdya. Untuk itu, BMKG mengingatkan untuk daerah‑daerah di Aceh juga perlu mewaspadai terhadap petir, angin kencang, dan jalan licin.

Bagi masyarakat, sinar matahari terik dan udara panas beberapa hari belakangan membuat aktivitas di luar ruangan semakin tak menarik. Panas berlebih dapat membikin masalah kesehatan. Kalangan lanjut usia adalah salah satu kelompok yang paling rentan terkena paparan suhu panas, terutama bagi mereka yang usianya telah melampai 75 tahun ke atas. Selanjutnya adalah bayi dan anak kecil, individu dengan kondisi kronis, terutama masalah jantung atau pernapasan. Lalu, individu dengan masalah mobilitas, misalnya orang dengan penyakit parkinson atau stroke. Juga, orang dengan masalah kesehatan mental serius, obat‑obatan tertentu, alkohol, dan individu yang aktif secara fisik.

Para ahli kesehatan mengingatkan, ada beberapa tanda dari tubuh yang perlu kita waspadai ketika terpapar suhu tinggi. Ketika dehidrasi berlanjut, tubuh akan mengalami kelelahan yang diakibatkan oleh kurang air atau kurang garam. Gejala kurang air di antaranya adalah rasa haus berlebihan, lemas, sakit kepala, dan hilang kesadaran. Sementara itu, gejala kurang garam ditandai mual, muntah, kram otot, dan pusing. Secara umum, gejala dari kelelahan panas meliputi kebingungan, warna air seni gelap, pusing hingga pingsan, kelelahan, sakit kepala, kram otot atau perut, mual, muntah, atau diare, kulit pucat, banyak berkeringat, detak jantung cepat.

Ada beberapa tips yang dapat diterapkan sebagai menghindari efek kesehatan akibat suhu panas. Selain menghindari beraktivitas di luar rumah pada siang hari, kita juga disarankan menghindari konsumsi minuman berkadar gula tinggi seperti coke, alkohol, teh, dan kopi berlebih. Sebab, gula akan diubah menjadi energi, dan proses tersebut akan meningkatkan suhu tubuh. Konsumsi air sebanyak 17‑20 ons direkomendasikan untuk individu dengan aktivitas tinggi seperti olahragawan dengan jarak konsumsi 2‑3 jam sebelum aktivitas. Plus, konsumsi 7‑10 ons setiap 20 menit dan 8 ons dalam waktu setengah jam setelah aktivitas.

Anjuran para ahli kesehatan kepada masyarakat mengantisipasi musim panas yang sangt tinggi, sangat sejalan dengan protokol kesehatan terkait pandemi Corona. Terutama anjuran mengurangi atau bahkan tidak beraktivitas di luar rumah semi menjaga tubuh tetap sehat.

Dan, itu bermakna pula bagi kita semua, bahwa sekarang ini akan sangat berisiko bagi kita yang beraktivitas di luar. Pertama dari dari cuaca panas dan kedua terkait pandemi Covid-19 yang hingga kini masih mencengkeram beberapa kabupaten/kota di Aceh. Dan, kita tak lupa bersyukur dalam beberapa hari terakhir ada kabar menggembirakan, yakni banyaknya pasien positif Corona yang sembuh.

Kembali ke persoalan suhu panas yang sedang dan akan terus melanda Aceh hingga beberapa bulan ke depan. Secara teori, suhu sepanas ini sudah tergolong ekstrem. Cuaca ekstrem adalah kondisi cuaca di luar kebiasaan yang berpotensi menimbulkan kerugian materiel maupun korban jiwa. Dikatakan ekstrem jika parameter cuacanya melebihi ambang batas. Suhu tinggi melebihi 35 derajat Celsius dan kelembaban udara rendah atau kurang dari 40% dapat mengakibatkan dehidrasi dan kebakaran hutan.

Nah, kita melihat, dalam beberapa hari terakhir ada titik panas yang muncul di kawasan pantai barat dan selatan Aceh. Bahkan ada yang sudah menimbulkan kebakaran hutan dan lahan. Maka, sebelum semuanya menjadi bencana yang sangat mengganggu, kita berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat mengantisipasinya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved