Berita Abdya

Kasus Karyawati Bank Larikan Dana Nasabah, Ketua DPRK Abdya Akan Panggil Pihak Bank

Ketua DPRK Abdya, Nurdianto mengatakan segera memanggil pihak bank tempat wanita yang dikenal hidup glamor itu bekerja.

SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
RS alias Vina (26), oknum karyawati salah satu bank BUMN di Blangpidie, dihadirkan dalam konferensi pers digelar Abdya di depan Mapolres setempat, Selasa (7/7/2020). Wanita muda ini sebagai tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan uang nasabah dengan jumlah sementara sekitar Rp 6,3 miliar.   

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kasus bawa kabur uang nasabah miliaran rupiah yang dilakukan oleh RS alias Vina (26) oknum karyawati salah satu Bank BUMN di Blangpidie Aceh Barat Daya (Abdya) menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak, terkhusus para nasabah.

Tak tanggung tanggung, nilai kerugian yang dialami sejumlah korban atas akal bulus wanita kelahiran 14 September 1993 itu, mencapai Rp 6,3 miliar.

Sejumlah pihak, khawatir uang sudah mereka setorkan melalui Vina itu, tak bisa dikembalikan. Terlebih, pihak Bank mengaku tak bertanggung jawab atas aksi karyawati yang sudah bergabung sejak 2015 tersebut.

Mengingat, apa yang dilakukan wanita berkulit putih itu, tak masuk dalam sistem Bank tempat pelaku bekerja. Bahkan, pihak Bank menyebutkan, aksi pelaku yang memberikan hadiah dan bonus diatas kewajaran, adalah investasi bodong alias penipuan.

Menanggapi hal itu, ketua DPRK Abdya, Nurdianto mengaku akan memanggil pihak Bank tempat wanita yang dikenal hidup glamor itu berkerja.

"Iya, kita akan panggil pihak Bank, karena masyarakat sangat resah, apalagi bagi yang korban yang sudah terlanjur setor uang kepada pelaku," ujar ketua DPRK Abdya, Nurdianto kepada Serambinews.com, Selasa (7/7/2020).

Terlebih, katanya, pihak Bank sudah menyampaikan, bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas aksi mantan karyawannya tersebut.

"Ini, yang kita ingin pertanyakan. Padahal, masyarakat mau menyetor uang, karena pelaku, karyawan Bank tersebut. Jalau bukan karyawan Bank, maka saya yakin, masyarakat tidak mau menyerahkan uang kepada pelaku," cetusnya.

Apalagi, sebutnya, selama ini, pihak Bank memiliki punya layanan Pick-Up atau service antar jemput uang, sehingga tidak ada alasan pihak Bank lepas tangan.

Halaman
123
Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved