Breaking News:

Dampak Covid 19

Nihil Pesanan, Buruh Angkut Pasir di Aceh Tamiang Berharap Pemerintah Segera Gulirkan Proyek

Para pekerja yang masih mengandalkan cara tradisional dengan menggunakan sekop terpaksa beralih profesi menjadi pekerja serabutan akibat tidak adanya

SERAMBINEWS/Dok Asnawi
Asrizal Asnawi saat menyerahkan bantuan alat kerja berupa sekop kepada buruh angkut pasir di Aceh Tamiang, Senin (6/7/2020). Pekerja berharap pemerintah segera menggulirkan proyek agar sektor perekonomian yang mereka geluti kembali berputar. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Sektor galian C berupa pasir dan kerikil di Aceh Tamiang merupakan salah satu yang paling berimbas terhadap melambatnaya perputaran ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Para pekerja yang masih mengandalkan cara tradisional dengan menggunakan sekop terpaksa beralih profesi menjadi pekerja serabutan akibat tidak adanya permintaan pasir dan kerikil.

Kondisi ini disampaikan para pekerja kepada anggota DPRA Asrizal H Asnawi ketika meninjau lokasi penambangan pasir di Tanjungkarang, Karangbaru, Aceh Tamiang, kemarin.

Dalam pertemuan itu para pekerja mengatakan nihilnya permintaan pasir maupun kerikil berlangsung sepanjang tahun ini atau sejak wabah Covid-19 mulai menyebar di Indonesia.

“Praktis sepanjang tahun ini belum ada permintaan pasir

Komentari Kalung Antivirus Corona, Sherina: Semoga Nyawa Tidak Melayang karena Takhayul Diilmiahkan

IPM dan WTP Menjadi Prestasi Gemilang

Kumpulkan Poin Tabungan Seulanga, Nasabah Bank Aceh Syariah Capem Kotafajar Raih Hadiah Mobil

dan kerikil. Inikan berdampak langsung dengan nasib pekerja yang mengandalkan sektor ini,” kata Asrizal, Selasa (7/7/2020).

Asrizal menambahkan dalam komunikasi itu para buruh angkut pasir berharap Pemerintah Aceh segera menggulirkan proyek pengerjaan, baik yang bersumber dari APBK, ABPA maupun ABPN.

Politisi PAN ini sendiri menilai usulan pekerja cukup bijak karena saat ini ada lebih 500 pekerja di sektor serupa yang sedang menunggu kebijakan pemerintah untuk menggulirkan sejumlah pekerjaan di daerah.

“Penghasilan mereka sangat bergantung pada pesanan pasir yang dibayar harian. Selama ini tidak ada pesanan, otomatis tidak ada pemasukan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu Asrizal sempat menyerahkan bantuan alat kerja berupa 40 unit sekop.

Disadarinya jumlah itu belum mencukupi kenuntuhan para pekerja, namun dia berharap bantuan ini bisa menumbuhkan motivasi pekerja dalam bertahan hidup.

“Kami akan meneruskan harapan pekerja ini ke pemerintah provinsi. Permintaan mereka cukup sederhana, hanya untuk mencari makan,” ungkapnya.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved