Breaking News:

Pasar Sepeda Motor Kembali Bergairah

Di masa new normal ini, permintaan sepeda motor (sepmor) baru di Banda Aceh dan Aceh Besar mulai bergairah

PIMPINAN Dealer Capella Honda Banda Aceh, Saifullah dan Marketing Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Hermawan Kunhardi mengendarai Honda CBR250RR yang mulai dipasarkan di Aceh, dalam konferensi pers, di Capella Honda Peunayong, Banda Aceh 

BANDA ACEH - Di masa new normal ini, permintaan sepeda motor (sepmor) baru di Banda Aceh dan Aceh Besar mulai bergairah, setelah sebelumnya sempat anjlok akibat pandemi Covid-19. Berbagai jenis kendaraan roda dua yang jadi incaran warga, mulai dari yang metik hingga sport.

Kepala Kantor Penjualan PT Capella Dinamika Nusantara Banda Aceh, Saifullah menjelaskan, pada Maret 2020 pasaran sepeda motor honda berbagai jenis masih tetap tinggi. Satu bulan terjual sekitar 6.000 unit, di seluruh Aceh. Namun pada bulan berikutnya, April dan Mei, permintaan sepeda motor terjadi penurunan hingga 18 persen.

Namun begitu, ungkapnya, penurunan permintaan sepeda motor baru di Aceh lebih rendah dibanding secara nasional. “Secara nasional permintaannya menurun hingga 45 persen,” jelas Saifullah,

Dikatakan, daya beli masyarakat mulai menggeliat setelah Pemerintah Aceh meberlakukan pelaksanaan new normal pada 5 Juni lalu. “Pada Juni, omset penjualan sepada motor baru hampir mendekati penjualan bulan Maret, di atas 6.000 unit,” tambahnya.

Hal serupa juga dikatakan Aan, pemasaran sepeda motor merek Yamaha. Dikatakan, permintaan sepeda motor merek Yamaha yang masih tinggi pembelinya, antara lain tipe Nmax. Sepmor ini bersaing di kelas menengah atas dengan PCR dan tipe lainnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Bustami Hamzah SEAk MSi mengatakan, daya beli masyarakat terhadap sepeda motor baru di Aceh tahun ini masih tetap tinggi. Kondisi itu, katanya, bisa dilihat dari daftar unit kenderaan bermotor baru dari jenis penerimaan bea balik nama kenderaan berotor (BBNKB) I, untuk jenis sepeda motor roda dua, jumlahnya dari awal Januari sampai akhir Juni 2020 lalu, mencapai  49.610 unit.

Pada tahun ini, penjualan sepeda motor baru ada sekitar 8.200 unit. Jumlah itu termasuk besar, karena pada tahun lalu, belum ada covid 19, penjualan sepeda motor barunya, angkanya hampir sama seperti omset penjulan bulanan pada tahun ini.

Sementara itu, Kasub Pengembangan Pendapatan Asli Aceh (PAA) BPKA, Dajwi mengatakan, kenaikan permintaan sepmor baru di Aceh, biasanya terjadi menjelang lebaran dan memasuki tahun ajaran baru.

Sedangkan market terbesar pasaran sepeda motor baru, kata Dajwi, antara lain Aceh Utara, Aceh Besar, Banda Aceh, Bireuen. Aceh Utara mencapai 5.956 unit, Aceh Besar 5.630 unit, Banda Aceh 5.503 unit, dan Bireuen 4.661 unit, kemudin Aceh Timur 4.034 unit. Pasar terendah Sabang 434 unit, Simeulue 451 unit  dan Gayo Lues 638 unit.

Untuk kendaraan roda empat, permintaannnya masih rendah. Jumlah penjualan selama enam bulan, baru berkisar 2.917 unit atau per bulannya berkisar 486 unit. Kondisi serupa juga terjadi pada kendaraan pikap. Total penjualan selama enam bulan, baru 615 unit, truk sedang 262 unit, truk besar 107 unit, mikro bus 109 unit, tapi mobil jenis jeep banyak juga, ada sekitar 320 unit.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved