Rabu, 10 Juni 2026

Luar Negeri

Presiden Brasil Positif Virus Corona, Abaikan Protokol Kesehatan

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Selasa (7/7/2020) mengakui dirinya positif virus Corona. Padahal, presiden yang sering marah dengan gubernunya itu sel

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/TV BRASIL
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro berbicara dengan wartawan di Istana Planalto, Brasilia tentang dirinya positif virus Corona, Selasa (7/7/2020) 

SERAMBINEWS.COM, RIO DE JANEIRO - Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Selasa (7/7/2020) mengakui dirinya positif virus Corona.

Padahal, presiden yang sering marah dengan gubernurnya itu selama berbulan-bulan menganggap remeh virus itu.

Dia mengumumkan telah dites positif virus Corona, ketika pandemi merusak negaranya yang padat penduduk di Amerika Selatan.

Namun, Presiden yang selalu acuh tak acuh mengatakan dia merasa sangat baik dan hanya memiliki gejala ringan.

Politisi kanan itu telah memicu pertikaian besar-besaran di negaranya.

Dia berulang kali mencemooh tindakan penguncian dan meminimalkan risiko virus Covid-19.

Dilansir AP, Selasa (7/7/2020), sejauh ini telah menewaskan 65.000 jiwa dan menginfeksi lebih dari 1,6 juta orang.

Bolsonaro berulang kali mendesak warganya untuk kembali bekerja dalam upaya untuk menghindari kehancurna ekonomi.

Bolsonaro merayakan 4 Juli bersama Duta Besar AS, Todd Chapman.

Ikut Jejak Donald Trump, Presiden Brasil Ancam Keluar dari WHO

Virus Corona Papar Enam Juta Orang, Presiden Brasil Caci Maki Wali Kota dan Gubernur

Aktivitas Terhenti Karena Lockdown, Jutaan Warga Brasil Teriak Kelaparan

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menyambut para pendukungnya dengan tanpa memakai masker saat meresmikan rumah sakit lapangan untuk pasien virus Corona di Aguas Lindas, negara bagian Golais pada 5 Juni 2020.
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menyambut para pendukungnya dengan tanpa memakai masker saat meresmikan rumah sakit lapangan untuk pasien virus Corona di Aguas Lindas, negara bagian Golais pada 5 Juni 2020. (AFP/Sergio LIMA)

Dalam foto-foto dari acara tersebut menunjukkan para pria dan asisten tanpa masker.

Kedutaan Besar AS mengatakan di Twitter Chapman tidak menunjukkan gejala Covid-19 tetapi akan diuji.

Sementara, Texas telah melampaui 200.000 kasus Covid-19, hanya 17 hari setelah melewati ambang 100.000 orang.

Sebuah angka yang membuat negara bagian itu hampir empat bulan tertutup.

Tonggak ini terjadi hanya beberapa hari setelah Florida mencapai 200.000 kasus.
Kedua negara itu telah melaporkan berminggu-minggu lonjakan rawat inap.

Di Texas, Gubernur Gregg Abbott telah menutup bar, mengurangi hunian restoran, menghentikan pembukaan bisnis.

Dia mengeluarkan perintah di seluruh negara bagian untuk mengenakan penutup wajah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved