Breaking News:

Prof Yusny: Pemimpin Harus Rendah Hati

Tak terasa, dua hari lalu, bertepatan 5 Juli 2020, Pemerintah Aceh yang dinakhodai Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah tepat memasuki tiga tahun

Editor: bakri
Yusny Saby 

* Tiga Tahun Aceh Hebat, Ekonomi Membaik

BANDA ACEH - Tak terasa, dua hari lalu, bertepatan 5 Juli 2020, Pemerintah Aceh yang dinakhodai Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah tepat memasuki tiga tahun setelah keduanya dilantik pada 5 Juli 2017 lalu. Rasanya waktu berjalan begitu cepat, kepemimpinan mereka hanya tinggal 2 tahun lagi, hingga 2022 mendatang.

Irwandi-Nova menjadi pemenang pada Pilkada 2017, setelah meraup 898.710 suara dari total 2.414.801 suara sah. Namun, Irwandi dan Nova hanya sempat bergandeng tangan selama setahun menata Aceh Hebat, program yang dicanangkan pada Pilkada 2017 lalu.

Pada 4 Juli 2018, takdir berkata lain. Irwandi terjaring operasi tangkap tangan KPK terkait penerimaan gratifikasi pengalokasian penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018. Sejak itu, Nova Iriansyah memipin Aceh sendiri, hingga dirinya ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh setelah Irwandi secara resmi ditahan KPK.

Sejak itu, Nova harus bekerja keras mewujudkan program-program Aceh Hebat yang ditawarkan pada masa kampanye dulu. Sejauh ini kapal Aceh Hebat masih terus berlayar, hingga dua hari lalu telah genap berusia tiga tahun.

Berkaitan dengan tiga tahun pemerintahan Aceh Hebat ini, Serambi secara khusus meminta komentar beberapa tokoh, akademisi, dan aktivis di Aceh untuk memberikan penilaian, saran, kritikan, dan masukan untuk jajaran Pemerintah Aceh dalam menjalankan amanah rakyat. Dua tanggapan dan pendapat tokoh kami turunkan hari ini, yaitu Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Drs. H. Yusny Saby, MA., Ph. D, serta Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala, Dr. Muhammad Nasir MA.  

Prof. Drs. H. Yusny Saby, MA., Ph. D memberikan kritik konstruktif kepada pemimpin di Aceh. Bukan hanya kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, tapi kepada semua jajaran pejabat yang diberikan amanah oleh rakyat saat ini di seluruh pelosok Aceh.

Secara khusus, kepada Nova Iriansyah, Yusny Saby berpesan agar tetap rendah hati dan sabar dalam kondisi apapun selama memimpin Aceh. Profesor tak menampik, banyak PR yang sedang dikerjakan Nova setelah 'berpisah' dengan Irwandi Yusuf.

"Kepada Pak Nova, harus rendah hati dan senantiasa sabar, pemimpin harus rendah hari. Ingat, pemimpin tidak boleh cepat merah kuping, jangan cepat marah meski dikritik habis-habisan oleh rakyat," kata alumnus Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat itu.

Soal kritikan miring terhadap pemerintahan, Yusny berpesan agar ditanggapi dengan bijak. Menurutnya, tak perlu direspons jika kritikan itu menjurus kepada hal yang negatif. "Kalau tidak baik lupakan saja, jangan menambah urusan. Karena tidak semua (pengkritik) bisa melihat dengan jernih dan detail," katanya.

Yusny juga mengatakan, Pemerintah Aceh harus memaksimalkan fungsi juru bicara dan humas. Setiap persoalan yang muncul di birokrasi jangan dijadikan sebagai polemik. "Sampaikan yang sejujurnya, jangan sampai menimbulkan konflik dan antagonis. Berikan penjelasan resmi dan jangan dibuat-buat," kata Prof Yusny.

Yusny berharap, Nova Iriansyah tetap bisa menyelesaikan semua program Aceh Hebat yang telah dicanangkan bersama Irwandi saat pilkada dulu. Dirinya, memberikan energi positif kepada Pemerintah Aceh untuk terus berbuat kepada rakyat.

"Dan, meski saat ini satu di dalam (Irwandi), satu di luar (Nova), saya berharap keduanya tetap kompak dan Pak Nova bisa menyelesaikan tugasnya dengan mulia, karena waktu hanya tinggal dua tahun lagi," pungkas mantan Rektor IAIN Ar-Raniry itu.

Ekonomi Aceh membaik

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved