Breaking News:

BNI Sudah Tutup 7 Outlet Konvensional

Mendukung Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero Tbk sudah

* Dukung Qanun LKS

BANDA ACEH - Mendukung Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero Tbk sudah menutup tujuh outlet setingkat Kantor Cabang Pembantu (KCP) konvensional yang kini beralih ke syariah di Aceh.

Hal ini disampaikan Koordinator Tim Qanun BNI Konversi Syariah, M Yasir kepada Serambi, Selasa (7/7). “Terkait konversi ini kita mengikuti Qanun Nomor 11 Tahun 2018 terkait LKS. Dari Qanun itu ditentukan semuanya harus menjadi syariah dengan batas akhir Januari 2022 untuk seluruh lembaga keuangan yang ada di Aceh baik bank maupun nonbank,” sebutnya.

Ia menambahkan, pihaknya berencana menutup semua cabang konvensional di Aceh hingga Desember 2020 yang artinya akan menjadi cabang syariah. “Jadi kita mencoba melakukan percepatan konversi dibanding batasan waktu yang ditentukan di qanun tersebut,” tambah M Yasir.

Ia menyebutkan, di Aceh BNI memiliki 6 Kantor Cabang, dan 18 KCP/Kantor Kas yang belum dikonversi ke syariah. Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan berbagai program cara pemberitahuan kepada nasabah terkait konversi ke syariah, baik itu melalui SMS, billboard, spanduk di depan kantor cabang, dan lainnya.

Terkait dengan animo nasabah, dikatakannya, sangat besar untuk segera beralih ke syariah. Pihaknya juga akan memigrasikan secara bertahap produk BNI konvensional ke syariah.  “Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu kita bisa memigrasikan sesuai harapan nasabah, tidak ada yang dirugikan,” sebutnya.

Pihaknya juga terus mengimbau baik bank maupun nasabah untuk sama-sama mendukung Qanun LKS, dan mengikuti apa yang diundangkan oleh Pemerintah Aceh.

Sementara Pemimpin Cabang BNI Banda Aceh, Saimun mengatakan, pihaknya akan terus mengedukasi ke nasabah untuk konversi dari konvensional ke syariah. “Kita tetap mengedukasi nasabah. Di qanun itu disebutkan semua perbankan yang melakukan aktivitas finansial di Aceh wajib bersyariah dalam penerapannya,” katanya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved