Breaking News:

Kuliner Aceh

Lezatnya Mie Udeueng Wat Khas Meunasah Geudong, Kuliner Aceh Perpaduan Cina dan India

mie aceh merupakan perpaduan antara budaya Aceh, India, dan Cina. Kuah karinya yang kental pengaruh India, sedangkan mie pengaruh Cina.

Editor: Zaenal
Serambinews.com/Handover/Taufik Ar-Rifai
Mie udeueng wat khas Meunasah Geudong, sebuah desa yang terletak Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. 

“Jadi udang yang disajikan masih segar dan alami karena belum beralih tangan kepada agen,” kata Zain Ukhrawi.

Warga Meunasah Geudong, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, memperlihatkan udang windu (udeung wat) yang baru dipanen dari tambak, Juli 2020.
Warga Meunasah Geudong, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, memperlihatkan udang windu (udeung wat) yang baru dipanen dari tambak, Juli 2020. (Serambinews.com/Handover/Taufik Ar-Rifai)

Setiap harinya, ia menghabiskan rata-rata lebih dari 50 porsi per harinya.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati udang goreng spesial yang dibumbui garam dan jeruk nipis.

Di Meunasah Geudong, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pengunjung juga dapat menikmati udang goreng spesial yang dibumbui garam dan jeruk nipis.
Di Meunasah Geudong, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pengunjung juga dapat menikmati udang goreng spesial yang dibumbui garam dan jeruk nipis. (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Sekedar informasi, udang windu mudah diperoleh dari tambak milik warga sekitar.

Jadi, selain menikmati lezatnya mie Aceh warga di sini boleh menikmati sajian udang goreng gurih memanjakan lidah.

Salah satu pengunjung, Mukhsin Rizal mengaku sangat menikmati kelezatan mie Aceh tersebut.

Ia berharap, cita rasa dan aroma khasnya terus dijaga sehingga jatidirinya terus terjaga.

"Sajiannya sungguh istimewa. Namun sajian ini sebaiknya jangan dikonsumsi berlebihan, khususnya bagi penderita kolestrol tinggi dan malas berolahraga," kata Mukhsin Rizal.

Lama kelamaan, warung mie miliknya kian tenar dan mulai dikunjungi warga.

Lezatnya mie udeueng wat dan desauan angin yang berhembus manja di pematang sawah menambah suasana kian teduh.

Setiap porsinya, pegunjung dapat merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu.

"Itu belum termasuk harga udangnya. Karena udangnya kita harus membelinya sendiri di tambak warga sekitar," pungkas Zain Ukhrawi.

Nah... kepingin mencoba? Bersegeralah ke Meunasah Geudong, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved