Breaking News:

Rencanakan Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Israel Dapat Peringatan Keras dari Empat Negara

Israel tengah berupaya mencaplok wilayah Tepi Barat Palestina. Terkait rencana ini, empat negara memberi peringatan keras.

Editor: Amirullah
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berbicara dalam pertemuan antar-menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Senin (11/12/2017).(EMMANUEL DUNAND / AFP) 

Presiden Palestina, Mahmud Abbas mengangkat peta perdamaian Israel- Palestina versi Trump yang diakuinya tidak akan bertahan lama. Abbas mendesak DK PBB untuk membatalkan rencana Trump. (SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

"Kami telah memberi tahu pihak Israel. Bahwa tidak akan ada hubungan sama sekali dengan mereka dan Amerika Serikat, termasuk hubungan keamanan," kata Abbas dikutip theguardian.com.

Sebelumnya, Israel dan Palestina memiliki kesepakatan terkait keamanan di West Bank.

Selain itu, otoritas Palestina juga memiliki kesepakatan di bidang intelijen dengan CIA.

Kesepakatan tersebut bahkan sempat berlanjut ketika Palestina mulai memboikot rencana Trump pada 2017.

Terkait hal ini, pemerintah Israel belum memberikan komentar.

Rencana perdamian Trump sendiri didukung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Ia menyerukan pembentukan negara Palestina yang didemiliterisasi, kecuali wilayah pemukiman Yahudi.

Nantinya wilayah itu tetap dibangun di bawah kependudukan dan kendali keamanan Israel.

()

Kota Yerusalem, menjadi ganjalan utama proses perdamaian Israel- Palestina (Kompas.com)

Terkait rencana perdamaian ini, Presiden Abbas tegas menolak berdikusi dengan Trump melalui telepon.

Bahkan jika dirinya menerima salinan rencana itu dan harus mempelajirnya, ia tetap menolak.

"Trump meminta saya untuk berbicara dengannya lewat telepon, tapi saya berkata tidak. Dan dia ingin mengirimi saya surat, tapi saya menolak itu," kata Abbas.

Sekali lagi, Abbas menolak dengan tegas untuk berkompromi dengan Trump.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved