Breaking News:

Peremajaan Sawit Rakyat

Kadistanbunnak Aceh Tamiang Minta Dua Koperasi Pelaksana PSR 2018 Percepat Penanaman Sawit

Dua koperasi yang mengusulkan PSR di Aceh Tamiang tahun 2018 diminta mempercepat masa tanam agar tidak disusul dengan pengerjaan 2019.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Kadistanbunak Aceh Tamiang, Yunus mengingatkan dua koperasi pengusul PSR 2018 mempercepat tanam agar tidak dilalui pengerjaan usulan 2019 dan 2020. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Dua koperasi yang terlibat pengusulan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Aceh Tamiang tahun 2018 diminta mempercepat masa tanam agar tidak disusul dengan pengerjaan 2019.

Hal ini disampaikan Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang, Yunus setelah melihat langsung progres tanam kelapa sawit yang baru mencapai 20 persen.

Mirisnya kata dia, persentase itu sudah termasuk pengerjaan tanam PSR usulan tahun 2019. Secara keseluruhan dalam dua tahun ini Aceh Tamiang mendapat jatah PSR seluas 4.275 hektare, namun areal yang ditanam baru mencapai 800-an hektare.

“Berharap seluruh koperasi yang terlibat dalam pengusul pelaksana PSR, terlebih usulan tahun 2018 mengejar ketertingalan tanam, kita harapkan ada percepatan tanam supaya menyejajarkan dengan pelaksana pengusul PSR 2019,” kata Yunus, Kamis (9/7/2020).

Meski sejauh ini tidak ada ancaman sanksi bagi koperasi yang bekerja tidak sesuai jadwal, keterlambatan ini akan berdampak pada penilaian tim pusat yang memengaruhi jatah PSR 2020.

Di tahun ini, Distanbunak Aceh Tamiang telah mengusulkan pengerjaan PSR di areal 2.000 hektare.

“Untuk tahun ini kita sudah kembali mengajukan usulan, target kita tiga ribu hektare lahan PSR untuk dikerjakan tahun depan. Makanya jangan sampai pekerjaan 2018 ini disusul dengan pengerjaan 2019, apalagi di beberapa kampung lahan petani ini berdampingan, jadi sangat terlihat nanti,” ucapnya.

Sudah Nikah tapi Belum Punya Anak, Guru SLB Setubuhi Gadis Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Ini Burung Beo Paling Pandai di Dunia, Kalahkan 21 Siswa Senior Harvard Saat Uji Tes Memori

Gorila Gendong Bayi Terekam Kamera di Pegunungan Nigeria Selatan

Terkait keterlambatan tanam ini, Distanbunak Aceh Tamiang telah melakukan solusi dengan menambah keterlibatan jumlah koperasi.

Bila pada pengerjaan tahun pertama (2018) hanya melibatkan dua koperasi, di tahun kedua koperasi ini ditambah menjadi tujuh.

Hal serupa juga diterapkan pada pengerjaan tahun ketiga (2020) yang memakai tujuh koperasi.

“Artinya semakin banyak koperasi yang dilibatkan, luas areal pengerjaan tidak terlalu besar, dibagi-bagi agar hasilnya maksimal,” kata Yunus.(*)

Google Tutup Proyek Cloud dan Tidak Ada Rencana Menawarkan ke China

Memanas, Ukraina Gunakan Rudal Javelin untuk Melawan Tank Rusia, Ini Kehebatannya

Kasus Virus Corona Melonjak, Gara-gara Kampanye Presiden Donald Trump di Tulsa

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved