Salam

Memberantas Rentenir, Segeralah!

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang segera membentuk bank kredit berbasis syariah sebagai wadah masyarakat untuk meminjam

For Serambinews.com
Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Langsa, Aji Usmanuddin dan petugas WH, mewancarai dua oknum diduga rentenir di Kantor DSI Kota Langsa. 

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang segera membentuk bank kredit berbasis syariah sebagai wadah masyarakat untuk meminjam uang sekaligus melenyapkan praktik rentenir yang sangat menjerakan warga kelas bawah. “Ini merupakan solusi bagi masyarakat agar terbebas dari jeratan rentenir berkedok koperasi yang marak beroperasi di perkampungan Aceh Tamiang,” kata Bupati Mursil.

Secara khusus Mursil kemudian menginstruksikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Tamiang serta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMKPPKB) mempelajari sistem kerja bank ini agar bisa segera diluncurkan. “Harus tetap memperhatikan nilai islami dalam penerapannya, jangan lagi menjerat masyarakat dengan praktik riba,” sambungnya.

Praktek rentenir berkedok koperasi memang sangat meresah di Aceh. Praktek renteinir itu, selain di Tamiang, juga merajalela di Kota Langsa, Kabupaten Pidie, Banda Aceh, dan lain-lain. Para Wali Kota dan Bupati di daerah itu sudah berulang-ulang mengingatkan masyarakat agar jangan terjebak rentenir. “Ada oknum‑oknum tersebut sangat berani melakukan aktifitas simpan pinjam illegal di Kabupaten Pidie,” kata  Wabup Pidie Fadhlullah TM Daud.

Pemerintah Kabupaten Pidie berjanji menindak rentenir berkedok kopersi, dan meminta masyarakat tidak bertindak di luar aturan hukum yang berlaku. “Namun, kami mengimbau, masyarakat jangan bertindak sendiri, di luar aturan hukum.” Menurut pengamatan sebuah forum, mayoritas para pelaku rentenir berkedok koperasi itu adalah warga pendatang.

Dan, kita sangat mendukung inisiatif beberapa bupati dan wali kota memberantas praktik rentenir di daerahnya, termasuk menangkap pelaku yang terbukti melanggar hukum. Akan tetapi, kita juga bertanya, mengapa dana desa tak bisa berperan memberantas rentenir? Padahal, kita tahu sejak diluncurkan tahun 2015, salah satu harapan pada dana desa adalah mampu meningkatkan ekonomi warga sekaligus memecahkan berbagai masalah sosial yang dihadapi mereka, antara lain membebaskan warga dari jerat rentenir.

Praktek rentenir disebut sebagai lintah darat karena kegiatannya yang menghisap habis uang masyarakat demi mendapatkan profit dengan pemberlakuan bunga pada kredit yang dijalaninya. Dalam konteks hukum Islam, bunga dikatakan sebagai perbuatan riba yang haram hukumnya. Dan, ingat di Aceh berlaku Syariat Islam.

Seorang komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah mengatakan, praktik rentenir telah terjadi di Indonesia puluhan tahun lamanya. Meski mengenakan bunga pinjaman yang mencekik leher, namun ternyata rentenir sulit diberantas sampai saat ini. Ia mengaku pernah datang ke satu pasar yang pedagangnya semua  pinjam uang ke rentenir. Jadi siapa yang perlu di sana boleh pinjam, tidak pake jaminan, tidak pake KTP, karena si empunya uang itu memang ada di sana. Mereka sudah saling kenal.

Dengan kondisi demikian, tentulah sulit untuk memberantas rentenir. Sebab, ekosistem rentenir dan peminjam sudah saling menguntungkan. "Kalau ke bank para pedagang itu belum tentu dapat pinjaman. Dan, rentenir tidak menyalahi aturan tetapi hanya etika," ujar Komisioner OJK itu.

Pesan yang ingin disampaikan Komisioner OJK itu antara lain, bahwa masyarakat tergiur rentenir antara lain karena tidak banyak urusan. Tidak perlu macam-macam administrasi, mereka langsung bisa terima uang kapanpun mereka perlu.

Jadi, jika ingin memberantas rentenir, maka lembaga apapun yang dibuat pemerintah kabupaten atau kota, layanan simpan pinjamnya harus sangat simpel. Tentu tak segampang meminjam di rentenir, tapi juga jangan sampai sesulit meminjam di bank umum.

Untuk jangka pendek, para bupati dan wali kota di Aceh mungkin bisa membentuk Satuan Tugas Antirentenir sebagaimana sudah dibentuk di daerah-daerah lain. Satgas ini bukan selain mengedukasi masyarakat agar tak terjerat rentenir, juga sekaligus mengadvokasi warga yang sudah terlanjur bermasalah dengan rentenir.

Semoga dengan banyak langkah dan rencana memodali masyarakat kecil di Aceh, ekonomi rakyat segera membaik sehingga rentenir tidak akan ada peminat lagi di sini.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved