Breaking News:

Opini

UTBK di Tengah Pandemi  

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri kali ini,

For Serambinews.com
Ayi Jufridar, Dosen Universitas Malikussaleh 

Oleh Ayi Jufridar, Dosen Universitas Malikussaleh

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri kali ini, sungguh menjadi ujian berganda bagi calon mahasiswa. Beban yang mereka hadapi bertambah, bukan saja karena berlangsung di masa pandemi Covid-19, tetapi juga karena sejumlah perubahan menjelang injury time yang membuat banyak peserta UTBK tidak mendapat informasi secara menyeluruh, selain masalah teknis seperti tersedianya jaringan internet yang memadai sebab keseluruhan proses berlangsung secara daring.

Sampai hari terakhir, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi merilis jumlah peserta UTBK yang terdaftar 703.875 orang. Sedangkan yang sudah mencetak kartu tanda peserta, 666.920 orang atau 94,75 persen dari total peserta. Meski angka yang sudah mencetak kartu baru terbilang tinggi, masih ada 36.955 peserta yang belum mencetak kartu peserta. Padahal, tenggat mencetak kartu peserta terbaru sudah berakhir pada Ahad, 5 Juli 2020. 

Belum diketahui alasan di balik kejadian tersebut. Bisa jadi karena belum ada informasi bahwa peserta wajib mencetak ulang kartu tanda peserta, setelah mereka mencetak ketika mendaftar, beberapa pekan sebelumnya. Penyebab lain bisa saja peserta tidak lagi berkeinginan mengikuti UTBK yang berarti tidak ingin masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SBMPTN. Apa pun penyebabnya, mereka sudah terancam tidak bisa mengikuti UTBK karena membawa kartu tanda peserta termasuk salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi.

Keharusan mencetak ulang kartu tanda peserta UTBK, salah satunya, karena ada perubahan jadwal ujian dari semula empat sesi menjadi dua sesi saja. Jadwal versi perubahan ini lebih meringankan calon mahasiswa sebab dimulai pukul 09.00-11.15 waktu setempat untuk sesi pertama dan pukul 14.00-16.15 untuk sesi kedua. Jeda selama 2 jam 45 menit digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan saat pergantian sesi.

Protokol kesehatan

Sayangnya, tidak semua peserta mengetahui adanya perubahan jadwal tersebut. Setidaknya terlihat dari masih adanya puluhan ribu peserta yang belum mencetak ulang kartu pendaftaran. Dalam percakapan peserta UTBK serta operator sekolah di grup Whatsapp, masih ada keluhan tentang ujian sesi pertama pukul 07.00 yang dinilai terlalu pagi sehingga menyulitkan peserta yang tinggal jauh dari lokasi ujian. Padahal, jadwal pukul 07.00 tersebut berubah menjadi pukul 09.00 waktu setempat. Tak salah jika Ketua Tim Pelaksana LTMPT, Prof Mohammad Nasih, mengingatkan semua peserta agar intens mengikuti perkembangan di situs lembaga tersebut.  

Meski sudah ada perubahan waktu, para peserta disarankan tetap hadir minimal satu jam sebelum ujian berlangsung sebab harus mengikuti protokol kesehatan yang memakan waktu. Protokol kesehatan tidak saja berlaku bagi peserta, seluruh elemen yang terlibat harus mengikutinya. Belum lagi, para peserta tidak sempat melihat lokasi ujian sehari sebelumnya karena pergerakan mereka terbatas selama pandemi. Hadir lebih awal juga untuk mengantisipasi berbagai detail persyaratan yang terlewatkan.

Wabah corona membuat LTMPT dan 73 titik UTBK (sebelumnya ada 74, tetapi satu universitas mengundurkan diri) harus bekerja keras. LTMPT harus menyesuaikan kondisi terkini dengan mengubah beberapa ketentuan seperti materi tes yang lebih sederhana serta jadwal yang lebih elastis untuk mengantisipasi berbagai hal.

Dalam menyusun regulasi, LTMPT harus mempertimbangkan kondisi setiap daerah yang berbeda agar tidak sampai mengorbankan masa depan pendidikan peserta sekaligus mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua komponen yang terlibat. Koordinasi dengan Satgas Covid-19 di setiap daerah juga menjadi keharusan yang menyebabkan beberapa peserta terancam tidak bisa mengikuti UTBK.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved