Breaking News:

Berita Aceh Besar

Anggota Dewan Minta Objek Wisata di Aceh Besar Terapkan Protokol Kesehatan

Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diminta mengawasi lokasi objek wisata dan menerapkan protokol kesehatan terhadap wisatawan.

hand over dokumen pribadi
Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina Spd. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar dari Partai PKS, Eka Rizkina Spd, meminta Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Besar agar awasi lokasi objek wisata dan menerapkan protokol kesehatan pasca new normal Covid-19 di Aceh Besar.

"Objek wisata seperti di Lhoknga, Lampuuk, Lepung, Lhoong, Ujung Batee, Pasir Putih, Ie Suum, Kebun Kurma dan obyek wisata lainnya pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu pengunjung membludak dari berbagai penjuru disaat penerapan new normal pasca Covid-19. Namun, mereka juga harus diawasi dan dianjurkan mengikuti protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, pakai masker dan sosial distancing dan physical distancing,"ujar Eka Rizkina Spd kepada Serambinews.com, Jumat (10/7/2020).

Menurut Eka Rizkina Spd, dewan sangat mendukung obyek-obyek wisata dibuka kembali pasca new normal Covid-19.

Karena, dengan dibukanya obyek wisata ini kembali, maka akan membuat perekonomian masyarakat khususnya pedagang di obyek wisata secara perlahan-lahan akan "berdenyut " kembali.

Ini tentunya juga harus mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona di pedesaan di Aceh Besar.

Bukan hanya itu, perlu juga dilakukan pembenahan fasilitas-fasilitas di lokasi obyek wisata, seperti musalla, MCK, menerapkan wisata Islami yang mengikuti Qanun Syariat Islam, travel islami serta melakukan berbagai terobosan untuk mempromosikan potensi-potensi wisata yang ada di Aceh Besar guna menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Aceh Besar.

VIDEO - Ibu Mengamuk dan Hentikan Acara Akad Nikah Anaknya, Diduga Tak Diberitahu Calon Mantu

Diduga Hendak Curi Ternak, Dua Remaja Ini Diamankan Warga

Cegah WNA hingga Perompakan, Danlanal Lhokseumawe Patroli Keamanan Laut di Perairan Selat Malaka  

Daftar Harga iPhone Juli 2020, Mulai iPhone 8, iPhone 7 Plus hingga iPhone 12

Srikandi PKS dari Dapil II ini juga sangat menyayangkan pariwisata di Aceh Besar tidak masuk dalam nominasi API Award 2020.

Ini menurut dia, akibat kurangnya promosi obyek wisata ke publik melalui media sosial.

"Kita tidak inginkan juga seperti pembangunan jalan Tol Aceh Besar-Sigli, tetapi orang lain punya nama, padahal lokasi pembangunan di Kabupaten Aceh Besar. Ini pelajaran berharga yang harus segera disikapi Pemerintah Daerah," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Travek Halal Indonesia (ATHIN) Aceh, Zulkarnaen Jafar, mengharapkan Pemkab Aceh Besar dapat  bekerjasama dengan para pengusaha travel untuk menciptakan paket-paket wisata Islami di Aceh Besar. Karena, potensi terbesar di obyek wisata Aceh Besar.

Misalnya, makanan dan tempat halal, dan fasilitas umum yang halal terbuka dan bersih. Inilah yang harus disediakan Pemerintah.

"Semarakkan obyek wisata yang Islami di Aceh Besar, kita percaya ini akan berkembang khususnya wisata lokal,"ujarnya.(*)

WNA Perancis Predator Seks Cabuli Ratusan Anak Jalanan, Tak Segan Siksa Korban Jika Menolak

Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 2020 Jatuh Pada 31 Juli 2020, Ini Imbauannya

VIDEO - Tragis! Mayat WNI Ditemukan dalam Freezer Kapal China, Diduga Korban Kekerasan

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved