Rabu, 8 April 2026

BKSDA Pantau Harimau di Sekundur

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Wilayah XII Langsa memasang sejumlah kamera trap untuk memantau keberadaan

Editor: bakri
Foto: tangkapan layar
Seekor harimau terlihat berada di areal perkebunan Tenggulun, Aceh Tamiang. Kemunculan predator ini semakin meresahkan karena mulai menyerang ternak milik warga. 

* Sebagian Warga Mengungsi ke Rumah Kerabat

KUALASIMPANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Wilayah XII Langsa memasang sejumlah kamera trap untuk memantau keberadaan harimau di kawasan Sekundur, Dusun Adilmakmur I, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, Kamis (9/7). Sejumlah warga yang tinggal dekat perkebunan sawit telah pindah ke rumah kerabat, menghindari jadi korban harimau.

Pemasangan ini sekaligus menandai kehadiran petugas BKSDA di Aceh Tamiang untuk mengatasi kemunculan hewan predator di sekitar permukiman. Pada tahap awal ini enam petugas BKSDA akan berada di seputaran Sekundur hingga tiga hari ke depan.

“Langkah pertama yang dilakukan tadi memasang sejumlah kamera trap di sekitar tempat kemunculan harimau. Ini untuk memastikan sebenarnya berapa jumlah harimau, sekaligus untuk memudahkan penangkapan,” kata Camat Tenggulun, Dede Winata, Kamis (9/7).

Dede mengaku belum menerima informasi mengenai jumlah kamera trap yang dipasang di Dusun Adilmakmur I. Namun menurutnya sekira dua minggu lalu, pemasangan kamera jebakan itu juga telah dilakukan di Rimbasawang sebanyak lima unit.

Sebelumnya, Kapolsek Kejuruan Muda Iptu Hendra Sukmana menjelaskan kemunculan harimau ini semakin meresahkan karena sudah mulai menyerang ternak milik warga. Dia berharap penanganan kasus ini bisa dituntaskan sebelum menjadi konflik serius yang melibatkan banyak penduduk kampung.

Dalam kesempatan itu Hendra pun mengingatkan masyarakat tidak terlalu panik, walau harus tetap meningkatkan waspada. Saat ini kata dia, warga harus mendukung kinerja BKSDA agar persoalan kemunculan harimau ini bisa diatasi tanpa harus diwarnai konflik.

“Kita tidak ingin ketakutan ini membuat masyarakat menjadi nekat memburu harimau itu. Saya sangat berharap konflik seperti ini tidak terjadi,” kata Hendra. Dalam dua hari terakhir ini, hewan buas ini menampakan wujudnya di kawasan perkebunan Dusun Adilmakmur I. Warga meyakini harimau di perkampungannya berjumlah lebih dari satu.

Dugaan ini didukung dengan penglihatan warga sendiri yang menyaksikan ukuran harimau berbeda dan temuan jejak kaki harimau yang sangat jelas. Keberadaan si loreng ini membuat sebagian warga diliputi ketakutan luar biasa, sehingga menyebabkan beberapa warga mengungsi ke rumah kerabatnya.(mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved