Breaking News:

Efriza Yuniar Ibu Guru SD Ternyata Diperkosa dan Dibunuh Mantan Muridnya, Pelaku Mengaku Dendam

Sebelum membunuh, pelaku sempat memperkosa korban Efriza Yuniar alias Yuyun.

Editor: Faisal Zamzami
SRIPOKU.COM / Mat Bodok
Tersangka Ardiansyah dan Korban Efriza Yuniar alias Yuyun 

Serta sempat menginjak leher korban.

Kemudian dirinya mengikat tali serta kabel ke ke leher korban.

Sebelumnya, AR remaja yang membunuh guru SD Negeri 11 Muara Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan, selalu menundukan kepada dan tak henti menangis.

 Remaja yang pernah menjadi murid korban selama empat tahun ini tak bisa menjawab pertanyaan Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk, ketika menanyakan kenapa baru membunuh korban.

Namun pertanyaan tersebut hanya dijawab tidak tahu oleh pelaku.

"Tidak tahu," kata AR, Jumat (10/7/2020), saat konferensi pers di Maporles Banyuasin.

 AR sebelumnya mengaku kepada Kapolres alasan membunuh Yuyun guru SD Negeri 11 Muara Telang Banyuasin karena dendam.

Pelaku mengaku pernah dihina korban saat masih kecil dulu.

AR juga sempat mengaku jarak rumahnya dengan rumah korban hanya berjarak 20 meter.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk mengungkapkan, tersangka pembunuhan AR (18), terhadap guru SD Negeri 11 Muara Telang Banyuasin, Sumatera Selatan didasari oleh dendam.

Menurut Kapolres, pelaku pernah dihina oleh gurunya (korban) saat kecil.

"Dulu tersangka pernah dihina oleh gurunya (korban) pada waktu kecil, tetapi kejadian pada hari itu adalah tersangka habis nonton film bokep, lalu birahinya naik, karena ada dendam juga dengan korban lalu mencarinya," kata Kapolres, Jumat (10/7/2020) saat konferensi pers di Mapolres Banyuasin.

Menurut dia, pihaknya berhasil mengungkap kasus tersebut berawal dari keterangan tetangga korban bahwa sering mengintip korban saat mandi.

Dari kecurigaan itulah para penyidik langsung menjemput tersangka AR (18) warga Jalur V Marga Rahayu Muara Telang Kabupaten Banyuasin.

Dan pada saat di jemput barang bukti handphone dua buah milik korban ternyata ada pada tersangka.

"Dari kecocokan tersebut langsung kita bawa tersangka ke Polsek Muara Telang untuk di interograsi," kata dia.

Setelah di interogasi tersangka mengakuinya.

Semua cerita yang pihaknya dapat sama persis yang diceritakan tersangka.

Terkait hukuman Kapolres AKBP Danny menyebutkan, tersangka dikenakan pasal 338 dan 285 KHUP.

Untuk anacaman hukuman minimal 25 Tahun atau maksimal seumur hidup.

AR diketahui membunuh korban seorang guru SD Negeri 11 Muara Telang Banyuasin.

Mayat korban ditemukan oleh rekan kerjannya sesama guru di rumah korban.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terikat, berada di dalam ember dengan kondisi tanpa busana.

Sebelum dibunuh, korban sempat memperkosa korban.

Bersiaga Hadapi Cina, Amerika Serikat Percepat Bangun Pangkalan Militer di Pulau Wake

Polresta Banda Aceh Tangkap Oknum Linmas di Kecamatan Baiturrahman, Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur

Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun Resmi Ditahan, Jadi Buronan 17 Tahun

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Selain Handphone Pelaku Pembunuhan Guru SD di Banyuasin Diduga Bawa Kabur Laptop dan Printer Korban

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved