Breaking News:

Jurnalisme Warga

Melirik Potensi Wisata Sungai Samar

Hari Sabtu lalu kami serombongan melawat ke wilayah Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah.

Melirik Potensi Wisata Sungai Samar
IST
JOHANSYAH, Pegawai Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Tengah, melaporkan dari Takengon

Sayang, saat ini belum ada perhatian khusus dari pemkab setempat maupun masyarakat di sana. Kondisinya masih sangat alami. Siapa yang masuk dan berkunjung ke sana masih bebas, belum ada pungutan, dan belum ada fasilitas shalat, mandi, cuci, dna kakus (MCK), serta fasilitas pendukung lainnya. Mungkin juga selama ini mengapa tidak ada inisiatif untuk pengembangan, sebab jarang masyarakat dari luar yang berkunjung ke sana karena terkendala akses tadi.

Untuk itu, dengan potensi destinasi wisata yang sangat besar, sejatinya pemkab sudah saatnya memikirkan percepatan pembangunan jalur transportasi Samar menuju Aceh Timur. Jika akses ini sudah baik, dengan sendirinya aliran sungai Samar akan menjadi salah satu pusat wisata yang ramai dikunjungi. Apalagi beberapa tahun terakhir sudah mulai dikembangkan wisata arung jeram Samar, tentu lebih menarik lagi nantinya.

Selama ini, masyarakat di sana menggantungkan diri pada beberapa rutinitas dalam menopang ekonomi keluarga, antara lain, menangkap ikan, bersawah, berkebun, dan berburu.

Ada berbagai tanaman yang mereka budi dayakan di sana, misalnya durian, rambutan, langsat, pinang, dan lainnya. Beberapa tahun terakhir masyarakat di sekitar wilayah ini juga mulai membudidayakan jernang, tumbuhan sejenis rotan. Buahnya bisa diolah untuk pewarna kain.

Nah, sekiranya wisata di wilayah ini berkembang, tentu masyarakat lebih sejahtera lagi. Mereka bisa memperoleh tambahan penghasilan, misalnya dari hasil berjualan. Apalagi wilayah ini juga menjadi salah satu penghasil buah seperti durian, rambutan, maupun langsat, tentu dapat dijual langsung ke wisatawan. Artinya, banyak yang dapat dimanfaatkan dari geliat wisata ini nantinya.

Lalu langkah nyata apa yang dapat dilakukan? Pertama, seperti yang diulas sebelumnya, pemkab harus mengupayakan jalur transportasi untuk segera diaspal, dan kalau bisa tembus ke wilayah timur. Kedua, masyarakat di sana sudah saatnya menginisiasi manajemen pengelolaan aliran Sungai Samar menjadi salah satu destinasi wisata.

Adapun hal-hal yang menjadi perhatian dalam pengelolaan ini adalah siapa yang mengelola, apa yang dibutuhkan, dan bagaimana pengelolaannya? Tentang siapa yang mengelola, saya pikir diserahkan saja kepada pemuda setempat supaya mereka juga punya kegiatan dan penghasilan. Merekalah nanti yang bertugas menjual karcis masuk bagi pengunjung, mengatur parkir, dan lapak-lapak jualan, maupun lapak bagi para pengunjung. Karcis dan uang parkirnya tak perlu mahal, yang penting ada uang masukan bagi para pemuda. Nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang positif.

Adapun terkait dengan apa yang harus dipersiapkan, fasilitas yang paling prioritas adalah tempat ibadah dan MCK plus air bersih untuk berwudu. Kalau kedua fasilitas ini sudah tersedia, pengunjung akan merasa nyaman. Untuk tempat ibadahnya, bangun saja dari kayu, karena di sini masih banyak kayu yang dapat diolah untuk bahan dimaksud.

Selain kedua fasilitas ini, kiranya disediakan juga lapak bagi pengunjung dan bagi mereka yang jualan. Adapun terkait dengan keselamatan pengunjung, pihak pengelola dapat menyediakan perahu karet dan tim penyelamat.

Sementara terkait bagaimana pengelolaannya, penting ada yang kerja sama yang baik antarpengelola. Aparat kampung di sana dapat dijadikan sebagai tim pengawas. Adapun para pemuda di sana menjadi pihak pelaksana. Hal yang paling penting untuk dijaga adalah transparansi dalam keuangan.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved