Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Nasib Apes KM Tailana Pembawa Tim Pansus DPRA, Sempat Kehabisan Bahan Bakar Sebelum Kandas

apal cepat KM Tailana milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil tampilannya cukup wah mirip kapal pesiar.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
SERAMBI/DEDE ROSADI
Kapal cepat milik Pemkab Aceh Singkil yang diberi nama KM Tailana bersandar di pelabuhan barang Singkil, Jumat (27/12/2019). 

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kapal cepat KM Tailana milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil tampilannya cukup wah mirip kapal pesiar.

Saat masuk ke ruang penumpang, hawa sejuk dari pendingin udara selimuti tubuh. Serasa berada dalam kabin pesawat. Tapi semua ini terasa dengan nasib apes yang melanda kapal cepat itu pada Sabtu malam.

Sepert diketahui, pada Sabtu (11/10/2020), KM Tailana berangkat dari Pelabuhan Perikanan Danau Anak Laut Gosong Telaga. Kapal warna putih itu membawa rombongan Tim Pansus DPRA Dapil IX dan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid.

Tujuannya meninjau Pulau Panjang di perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara. Kemudian lanjut menuju Pulau Banyak untuk mengecek proyek yang dibiayai dana Otsus.

Perjalanan mulanya lancar, para penumpang senyum sumringah berada dalam kapal yang cukup nyaman. Lebih dari itu, pemandangan pulau eksotik dengan hamparan warna warni air laut mempesona mata.

Enam Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Nagan Divonis, Masing-masing Diganjar 10 Bulan Penjara

Eskalasi Konflik dengan Manusia Meningkat, Populasi Harimau Sumatera di Aceh Semakin Terancam

Dokter dan Perawat di Aceh Jaya Dites Swab, 11 Perawat Puskesmas Jalani Rapid Test, Ini Penyebabnya

Namun itu semua mendadak buyar ketika sekitar 20 menit lagi menjelang sampai ke Pulau Balai, ibu kota Kecamatan Pulau Banyak, kapal mendadak mati. Penyebabnya ternyata cukjup miris yakni kehabisan bahan bakar.

Sekitar 30 menit menanti, datang kapal kayu penumpang Singkil-Pulau Banyak memberikan bantuan dua jeriken solar. Kapal pun kembali melaju dengan kecepatan maksimal.

Setelah makan siang dan memantau proyek Otsus, KM Tailana berlayar kembali pulang ke Singkil menjelang pukul 18.00 WIB.

Rombongan yang ingin singgah di destinasi wisata Pulau Panjang, Desa Pulau Baguk, Pulau Banyak, batal. Lantaran hari sudah gelap, cukup berisiko berlayar dalam gelap malam.

Sehingga kapal tancap gas menuju daratan Aceh Singkil. Dalam perjalanan ombak mulai besar. Namun desain kapal cukup mumpuni melewati gelombang, sehingga tak terlalu terasa.

Presiden UFC Dana White Beri Waktu Khabib Nurmagomedov untuk Menyendiri

Barcelona Bakal Jual Philippe Coutinho, Ini Alasannya

Hasil Liga Inggris - Burnley Tahan Imbang Liverpool, Kegagalan Pertama Liverpool Menang Sejak 2019

Sayang mendekati muara Danau Anak Laut, Global Positioning System (GPS) mendadak mati.
Kondisi itu disinyalir akibat habis daya. Tak hanya itu mesin kapal sebelah kiri juga mati, disinyalir dampak dari kehabisan bahan bakar sebelumnya.

Karuan kendala teknis membuat petunjuk jalur pelayaran hanya mengandalkan tanda alam. Itupun sangat sulit, sebab cuaca gelap. Setelah susah payah kapal berhasil masuk muara Danau Anak Laut.

Sayang penumpang yang mulai diserang lapar, kembali harus bersabar. Sebab kapal tiba-tiba kandas, sesaat masuk Danau Anak Laut. Ini terjadi, karena Danau Anak Laut mengalami pendangkalan.

Berkali-kali kapal coba ke luar dari tempat dangkal tak berhasil. Setelah sekitar dua jam terkatung-katung, para pejabat berhasil dievakuasi menuju daratan menggunakan perahu nelayan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved