Salam

Saatnya Sapu Bersih Rentenir dari Aceh

HARIAN Serambi Indonesia edisi Jumat kemarin memberitakan ‘success story’ Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman yang bekerja keras

FOTO HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyerahkan draft buku ‘Ala Aminullah Perangi Rentenir’ kepada Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, Kamis (9/7/2020), di ruang kerja Rektor. 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Jumat kemarin memberitakan ‘success story’ Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman yang bekerja keras dalam membasmi praktek riba di Banda Aceh. Apresiasi, antara lain, datang dari Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng. Rektor menyatakan dukungannya terhadap misi mulia yang dilakukan Aminullah yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh itu.

Apresiasi itu disampaikan Prof Samsul Rizal pada Kamis,9 Juli 2020, saat menerima kunjungan Wali Kota Banda Aceh di ruang kerjanya. Baik sebagai pribadi maupun kelembagaan, kata Prof Samsul, ia saat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh seorang Aminullah yang memberantas riba dengan membasmi rentenir.

Apalagi genderang perang terhadap rentenir tersebut telahditabuh Aminullah jauh-jauh hari dengan membentuk lembaga keuangan mikro nonribawi, yakni PT Mahirah Muamalah Syariah. MMS ini sudah berjalan hampir tiga tahun dengan jumlah

nasabah yang terus bertambah. Mayoritas nasabahnya adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi sasaran empuk para rentenir yang bergerilya di Banda Aceh.

Selain mengapresiasi lahirnya PT MMS untuk memutus ketergantunganpelaku usaha di Banda Aceh terhadap rentenir, Rektor Unsyiah juga menaruh harapan besar agar keberhasilan yang telah diraih Pemko Banda Aceh dalam memberantasrentenir itu akan menyebar ke seluruh Aceh.Rektor berjanji bahwa ke depan Unsyiah akan ikut berkontribusi menyebarluaskan ‘success story’ Pemko Banda Aceh itu melalui seminar-seminar dan focus group discussion sehingga kesuksesan ini tersampaikan ke masyarakat dan dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain.

Nah, bukan saja Rektor Unsyiah, Serambi Indonesia pun sebagai media massa mainstream di Aceh, sangat mendukung terobosan hebat yang dilakukan Wali Kota Aminullah Usman ini. Pihak lain yang bermukim dan berusaha di wilayah syariat, Aceh, pun sepantasnya mendukung agar upaya ini terus membuahkan hasil gemilang.

Sebagaimana kita tahu, Islam sangat tegas mengharamkan riba. Cukup banyak ayat Alquran tentang haramnya riba. Praktik rentenir jelas-jelas riba. Itu sebab, sebagaimedia yang tumbuh dan berkiprah di wilayah syariat, Serambi sangat mendukung pemberantasan rentenir dari bumi Aceh.

Bupati atau wali kota lainnya di Aceh tentunya akan memilih ikut dalam barisan perang melawan rentenir ini. Tapi bisa saja belum tahu cara efektif memeranganinya. Nah, tak perlu jauh-jauh belajar atau melakukan studi banding ke negara atau ke provinsi lain. Cukup datang ke Banda Aceh saja untuk tahu cara mengelola lembaga keuangan nonriba seperti PT MMS.

Jika tak sempat datang ke Banda Aceh, undang saja Pak Aminullah Usman untuk ceramah dan berbagi pengalaman bagaimana cara memberantas rentenir dengan membentuk lembaga keuangan syariah yang membuat rentenir mati kutu dan harus angkat kaki dari Aceh. Jadikan ini gerakan bersama dari Sabang hingga Kuala Simpang, dari Singkil hingga Simeulue. Semua kepala daerah harus kompak untuk menjadikan riba dan rentenir sebagai musuh bersama.

Inilah momen yang sangat tepat untuk menggempur para rentenir agar tak lagi bercokol di Aceh. Soalnya, 4 Januari2021 Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) akan berlaku efektif. Qanun ini mengharuskan seluruh lembaga keuangan di Aceh (keuangan, pegadaian, asuransi, fidusia, dan koperasi) berbentuk atau beralih ke sistem syariah.

Jangan sampai saat seluruh lembaga keuangan di Aceh sudah total beralih ke sistem syariah, eh, para rentenir tak tersentuh, mereka malah bebas beraksi, merayu dan memperdaya orang-orang yang butuh duit, tapi enggan ke bank lantaran prosedur dan kolateralnya yang sangat memberatkan. Oleh karenanya, sapu bersih rentenir sekarang. Persempit ruang gerak mereka dan jadikan Aceh neraka bagi rentenir dan para pengikutnya!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved