Suara Parlemen

TA Khalid: Penyuluh Harus di Garda Terdepan Dalam Kemandirian Pangan Melalui Proyek Food Estate

agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) Vol. 14 dengan tema "Dukungan Penyuluh Terhadap Pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah”

FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Dapil Aceh 2, Ir. H. TA Khalid, MM 

SERAMBINEWS.COM - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Dapil Aceh 2, Ir. H. TA Khalid, MM menjadi pemberi arahan dan pembukaan agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) Vol. 14 dengan tema "Dukungan Penyuluh Terhadap Pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah” yang dilaksanakan via video conference, Jumat (10/7/2020).

Selain TA Khalid, agenda MSPP Volume 14 dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr yang sekaligus narasumber serta di ikuti oleh sEjumlah stakeholder dari Kementerian Pertanian, pejabat pemerintah terkait tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan serta para petani dan penyuluh pertanian seluruh Indonesia.

Sementara itu, TA Khalid yang sekaligus Ketua DPD Gerindra Aceh dalam penyampaiannya mengharapkan pengembangan Kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah dapat memacu produksi pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri sekaligus memenuhi pasar ekspor, dan pada gilirannya kemandirian pangan akan terwujud.

Ini Chat Pertama Rey Mbayang yang Bikin Dinda Hauw Setujui Ajakan Taaruf Hingga Menikah

TA Khalid menjelaskan bahwa food estate merupakan konsep pengembangan kawasan pangan yang berbasis pelibatan aktif petani dalam koorporasi yang terintegrasi yang mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan mulai hilir sampai hulu.

Penempatan kedudukan korporasi dan petani sebagai penggerak ekonomi kawasan dan menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan food estate.

“Inisiatif pengembangan korporasi dan petani akan menjadikan petani berdaulat dalam keseluruhan rantai produksi usaha tani dalam pengembangan suatu kawasan. Petani tidak hanya berdaulat dalam pengelolaan on farm namun juga pengolahan hasil usaha tani (off farm) dan pemasaran,” ujar TA Khalid.

Dalam RDP Virtual Komisi IV DPR RI, TA Khalid Minta Pengendalian TNGL Dipindahkan ke Aceh

Namun hal terpenting menurut TA Khalid adalah bagaimana para penyuluh berperan aktif dan berada di garda terdepan dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan melalui proyek food estate tersebut.

"Untuk tercapainya tujuan proyek food estate ini, saya mengimbau kepada seluruh penyuluh untuk berperan aktif mendukung pembangunan pertanian nasional terutama dalam menjamin ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Dalam hal ini para penyuluh harus berada digarda terdepan", pungkas TA Khalid.

Program food estate sendiri merupakan konsep pengembangan kawasan pangan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, modal, organisasi dan manajemen modern yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan mulai dari hulu sampai hilir.

Proyek Food Estate ini akan dilaksanakan di Kalimantan Tengah yang melibatkan sinergi beberapa kementerian yakni Kementerian Pertahanan, Pertanian, PUPR, BUMN dan KLHK.

Viral Medsos - Tiga Hari Liburan di Pantai, Wanita Ini Pulang dengan Kulit Wajah Gosong

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved