Breaking News:

Luar Negeri

25 Tahun Pembantaian di Srebrenica, 8.000 Muslim Bosnia Dibunuh, Ditemukan Kuburan Massal Baru

Dalam waktu kurang dari dua minggu, pasukan mereka secara sistematis membunuh lebih dari 8.000 Bosniaks (umat Muslim Bosnia)

Editor: Faisal Zamzami
AP/Kemal Softic
Seorang wanita berdoa di pemakaman peringatan di Potocari, dekat Srebrenica, Bosnia, Selasa, 7 Juli 2020. Seperempat abad setelah mereka terbunuh di Sreberenica, delapan pria dan anak lelaki Bosnia akan dimakamkan Sabtu, 11 Juli. Lebih 8.000 Muslim Bosnia tewas dalam 10 hari pembantaian setelah kota itu dikuasai pasukan Serbia Bosnia pada bulan-bulan terakhir perang saudara 1992-95 di negara itu.(AP/Kemal Softic) 

SERAMBINEWS.COM - Upacara untuk menandai peringatan 25 tahun pembantaian Srebrenica, di mana lebih dari 8.000 pria dewasa dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibunuh, akan dihadiri lebih sedikit orang karena pandemi virus corona.

Jumlah orang yang menghadiri upacara di Srebrenica biasanya mencapai puluhan ribu, tetapi acara tahun ini akan lebih kecil karena kebijakan karantina wilayah.

Akan ada layanan pemakaman untuk tujuh korban pembantaian yang baru-baru ini diidentifikasi.

'Diminta jangan takut'

"Semua yang ingin pergi akan diangkut, besar dan kecil, muda dan tua. Jangan takut ... Tidak ada yang akan membahayakanmu."

Pada tanggal 11 Juli 1995, unit-unit pasukan Serbia Bosnia merebut kota Srebrenica di Bosnia-Herzegovina.

Dalam waktu kurang dari dua minggu, pasukan mereka secara sistematis membunuh lebih dari 8.000 Bosniaks (umat Muslim Bosnia) - pembunuhan massal terburuk di tanah Eropa sejak akhir Perang Dunia Kedua.

Ratko Mladic, komandan unit Serbia Bosnia, mengatakan kepada warga sipil yang ketakutan untuk tidak takut ketika pasukannya memulai pembantaian.

Mereka tidak berhenti selama 10 hari.

Pasukan penjaga perdamaian PBB yang memegang senjata ringan, yang ada di wilayah yang dinyatakan sebagai "daerah aman" PBB, tidak melakukan apa-apa ketika kekerasan berkobar di sekitar mereka.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved