Luar Negeri
Arab Saudi Catat Kematian Virus Corona Terendah, 250 Dokter Siap Jadi Relawan
Kerajaan Arab Saudi mencatat kematian terendah sejak wabah dimulai Maret 2020. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Sabtu (11/70202)
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mencatat kematian terendah sejak wabah dimulai Maret 2020.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Sabtu (11/70202) melaporkan 30 pasien virus Corona meninggal
Dikatakan, jumlah itu merupakan tingkat kematina harian terendah di Kerajaan selama seminggu terakhir ini.
Sehingga, jumlah pasien virus Corona Arab Saudi yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 2.181 orang.
Kemenkes Arab Saudi juga mengkonfirmasi 2.994 kasus baru pada Sabtu (11/7/2020).
Dilansir ArabNews, Sabtu (11/7/2020), dari kasus itu, 10 persen tercatat di Riyadh dengan 285 kasus.
Diikuti Kota Hufof mencatat 226 kasus baru,
Kemudian, Kota Jeddah sebanyak 221 kasus baru.
Kota Dammam sebanyak 211 kasus baru.
dan Kota Taif sebanyak 152 kasus baru.
Kemenkes Arab Saudi juga melaporkan 2.370 pasien virus Corna pulih.
Sehingga, jumlah pasien pulih terus meningkat menjadi 165.396 orang.
• Arab Saudi Berhasil Sembuhkan 163.026 Pasien Virus Corona, Perawat Dapat Penghormatan
• Arab Saudi Catat 2.100 Kematian Akibat Virus Corona
• Kasus Virus Corona Arab Saudi Tembus 220.144 Orang, Iran Akan Kembali Berlakukan Lockdown
Sementara, sebanyak 250 dokter dan praktisi kesehatan Saudi telah mendaftar menjadi sukarelawan.
Mereka akan memberikan konsultasi medis gratis kepada pasien di seluruh Kerajaan.
Inisiatif We Are All Sanad, diawasi oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial.
Bertujuan merekrut lebih dari 2.000 petugas medis untuk meningkatkan kesadaran masalah kesehatan.
Mereka terdiri dari 30 spesialisasi, relawan kesehatan.
45 Persen di antaranya wanita dengan harapan 250.000 relawan sampai akhir tahun ini.
Proyek ini dijalankan bersamaan dengan upaya pemerintah Saudi untuk memerangi pandemi virus Corona.
Kepala Prakarsa ini, Dr Mohammed bin Rashid Al-Hamali mengatakan para sukarelawan ini telah menyediakan ratusan telekonsultasi jarak jauh.
Melalui platform Mawidy (penunjukan saya) yang telah berkontribusi dalam mencapai tujuan berkelanjutan.
Seperti meningkatkan layanan masyarakat, akses perawatan kesehatan dan kesadaran kesehatan.
Inisiatif, diluncurkan pada 1 Maret 2020 ini telah dirancang untuk membantu mengatasi hambatan yang dihadapi oleh pasien.
“Tantangan termasuk hambatan geografis, kurangnya kejelasan dalam janji temu pasien."
"Tingginya biaya perawatan di beberapa fasilitas sektor swasta."
"Dan ketakutan akan paparan penyakit ketika mengunjungi rumah sakit dan klinik."
"We Are All Sanad menyediakan layanan untuk semua orang."
"Namun, prioritas di bawah kondisi saat ini yang belum pernah terjadi sebelumnya."
"Khususnya pandemi virus Corona yang mengancam kesehatan dan keselamatan dunia," kata Al-Hamali.
Dia menambahkan program ini mendukung lebih dari 15 asosiasi.
Aplikasi Mawidy, tersedia dalam bahasa Arab, Inggris, dan bahasa isyarat.
Menawarkan layanan telemedicine dan pemesanan janji temu.
Pengguna akan segera dapat melakukan reservasi perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari layanan tambahan.
Wakil kepala prakarsa tersebut, Dr Sultan bin Faisal, memuji kementerian atas dukungannya bagi staf kesehatan.
Termasuk penerima manfaat melalui penyediaan konsultasi telemedicine, ceramah pendidikan, dan seminar ilmiah.
Dia mengatakan para sukarelawan yang ingin bergabung dengan inisiatif ini dapat mendaftar melalui platform Mawidy.
Asalkan mereka memiliki lisensi yang valid dari Komisi Saudi untuk Spesialisasi Kesehatan.
Dia menambahkan skema tersebut menawarkan kesempatan unik bagi para praktisi kesehatan untuk bertukar pengalaman.
Faisal menunjukkan tim melibatkan 30 sukarelawan muda yang akan menerima pelatihan pengembangan keterampilan melalui program Ibtikar, kursus pelatihan ilmiah dan praktis.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/toko-permata-di-riyadh-arab-saudi.jpg)