Luar Negeri
2.245 Pasien Virus Corona Arab Saudi Kritis, Dari 65.269 Pasien Covid-19 di Rumah Sakit
Kerajaan Arab Saudi masih merawat sebanyak 65.269 pasien virus Corona baru, Covid-19.Dari jumah itu, sebanyak 2.245 pasien virus Corona Arab Saudi dal
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi masih merawat sebanyak 65.269 pasien virus Corona baru, Covid-19.
Dari jumah itu, sebanyak 2.245 pasien virus Corona Arab Saudi dalam kondisi kritis.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin (13/7/2020) melaporkan 20 pasien virus Corona meninggal dunia.
Dilansir ArabNews, Senin (13/7/2020),kasus harian virus Corona Arab Saudi mulai turun dalam dua minggu terakhir ini.
Pada Senin (13/7/2020), petugas kesehatan Arab Saudi menemukan 2.852 kasus baru Covid-19.
Petugas kesehatan terus melakukan skrining harian dengan hasil swab langsung diumumkan pada saat itu juga melalui sistem jaringan terpusat.
Jumlah total kasus di Arab Saudi telah mencapai 235.111 orang.
Dari jumlah itu, sebanyak 2.243 pasien virus Corona telah meninggal dunia.
Kemenkes Arab Saudi juga melaporkan pasien virus Corona yang pulih sebanyak 2.704 orang.
Sehingga, jumlah pemulihan di Arab Saudi naik menjadi 169.842 orang.
Dari jumlah itu, sebanyak 65.269 pasien virus Corona masih dirawat di rumah sakit.
Sedangkan kasus baru yang dikonfirmasi, Riyadh mencatat jumlah tertinggi, dengan 258 infeksi dalam satu hari.
Jeddah melaporkan 235 infeksi baru dan Al-Hafouf mendeteksi 203 infeksi baru.
Pada Minggu (12/7/2020), Kemenkes Arab Saudi mengatakan tingkat kasus Covid-19 yang kritis telah stabil dan turun dalam dua minggu terakhir ini.
• Arab Saudi Catat Kematian Virus Corona 2.223 Orang, 11 Persen dari 20.005 Korban di Timur Tengah
• Arab Saudi Catat Kematian Virus Corona Terendah, 250 Dokter Siap Jadi Relawan
• Arab Saudi Berhasil Sembuhkan 163.026 Pasien Virus Corona, Perawat Dapat Penghormatan
Sementara, Iran, Senin (13/7/2020) melaporkan 203 kematian akibat virus Corona baru.
Dengan jumlah korban kematian keseluruhan dalam wabah paling mematikan di Timur Tengah itu sudah melebihi 13.000 orang.
"Dalam 24 jam terakhir ini, kami kehilangan 203 rekan karena penyakit Covid-19," kata Juru Bicara kementerian Kesehatan, Sima Sadat Lari.
"Berdasarkan angka ini, jumlah total kematian akibat Covid-19 telah mencapai 13.032 orang," katanya.
Lari mengatakan 2.349 orang lainnya dinyatakan positif virus itu.
Sehingga meningkatkan jumlah keseluruhan wabah di negara itu menjadi 259.652 orang.
Republik Islam Iran itu telah menahan diri memberlakukan kuncian penuh untuk menghentikan penyebaran pandemi.
Pemerintah Iran telah mewajibkan pemakaian masker wajib di ruang publik tertutup sejak 4 Juli 2020, termasuk di transportasi umum.
Televisi pemerintah, yang presenternya sekarang mengenakan masker mengatakan polisi di Teheran menghentikan para penumpang tanpa masker saat memasuki kereta bawah tanah.
Pihak berwenang di Qom memperketat kontrol di bank dan kantor administrasi untuk memastikan implementasi protokol kesehatan, termasuk pemakaian masker, lapor kantor berita Tasnim, Senin (13/7/2020).
Jubir Kemenkes Iran itu meminta semua orang untuk menjaga jarak dari orang lain, mencuci tangan dan menggunakan masker.
"Semakin banyak waktu yang Anda habiskan di lingkungan yang penuh sesak, semakin besar kemungkinan Anda tertular penyakit ini," kata Lari.
Ekonomi menderita di bawah tekanan krisis kesehatan.
Mata uang negara, real, telah mencapai posisi terendah terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir ini.
Sebagian besar karena penutupan perbatasan dan penghentian ekspor non-minyak, menurut analis.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pekerja-sudan-di-riyadh-arab-saudi.jpg)