Breaking News:

Aceh Kembali Ekspor Tuna ke Jepang

Aceh melalui PT Yakin Pasipic Tuna, Sabtu (11/7/2020), kembali mengekspor ikan Tuna ke Jepang, sebanyak 25 ton

SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Nelayan memikul ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) hasil tangkapan mereka, di dermaga Gampong Deah Baro, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (13/3/2019). 

* Kali Ini Mengirim 25 Ton

BANDA ACEH - Aceh melalui PT Yakin Pasipic Tuna, Sabtu (11/7/2020), kembali mengekspor ikan Tuna ke Jepang, sebanyak 25 ton. Volume tersebut merupakan bagian dari target Aceh mengirim 150 ton Tuna ke Negeri Sakura itu pada Juli 2020 ini.

Managing Direktor  PT Yakin Pasipic Tuna, Almer  Havis mengatakan, pengiriman ke Jepang masih melalui Pelabuhan Belawan, Medan. “Sabtu kemarin kita sudah mengirim 25 ton ikan Tuna ke Belawan untuk seterusnya dibawa ke Jepang melalui jalur laut. 25 ton Tuna yang kita ekspor tersebut merupakan bagian dari program pengiriman 150 ton Tuna selama Juli 2020,” tuturnya kepada Serambi, Minggu (12/7/2020).

Dijelaskan, sejak Januari hingga Juni 2020,  stok ikan di cold storage  yang  dipersiapkan untuk dijual mencapai 570 ton. Sementara yang sudah dieskpor ke Jepang sekitar 270 ton dengan nilai Rp 4,1 miliar. Sisanya, sebagian masih ada di cold storage, sebagian lagi sudah di jual ke pasar lokal dan nasional.

Selain Tuna, kata Almer, Aceh juga mengekspor ikan jenis Cakalang dan Deho ke Negeri Matahari Terbit tersebut. Juni lalu, sebanyak 96 ton ikan juga diekspor ke Jepang, dengan nilai sekitar Rp 1,25 miliar. “Permintaan ikan pasca-lockdown terus meningkat. Pada Juni lalu, volume ekspor sekitar 96 ton, Untuk Juli ini total ekspor direncanakan sebanyak 150 ton,” urainya.

Sementara itu, Yohannes dari PT Aceh Lampulo Jaya Bahari mengatakan, hingga Juli ini pihaknya belum melakukan ekspor langsung ke luar negeri. Pihaknya hanya memasok ikan ke pabrik pengolahan ikan di Kawasan Industri Medan (KIM) I di Belawan.

Volume ikan yang dikirim ke pabrik pengolahan ikan mitra kerja di KIM I Belawan, sebutnya, sekitar 60 ton/minggu. Sehingga satu bulan ikan yang dikirim ke sana jumlahnya bisa mencapai 240-250 ton/bulan. Ikan yang sudah dibekukan di PPS Lampulo, di kemas lagi di pabrik pengolahan  KIM I Belawan, untuk kemudian diekspor  ke Rusia, Eropa, Amerika, Dubai, dan Singapura.

Mitra kerja PT Aceh Jaya Bahari Lampulo, kata Yohannes, tidak hanya ada di KIM I Belawan, juga di Sibolga. Di sana, ada pabrik pengalengan ikan. Ikan dencis yang berkuliatas bagus yang dibeli dari nelayan PPS Kutaradja Kampulo, diolah menjadi ikan kaleng, kemudian dipasarkan di dalam dan luar negeri.(her)  

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved