Rabu, 3 Juni 2026

Luar Negeri

Maroko Lockdown Kota Pelabuhan Tangiers

Pemerintah Maroko, Senin (13/7/2020) mengumumkan kembalinya memberlakukan lockdowon atau penguncian di kota pelabuhan utara Tangiers.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang lelaki Maroko haru tetap berada di rumahnya di kota pelabuhan Safi, seusai diberlakukan lockdown pada 9 Juni 2020. 

SERAMBINEWS.COM, RABAT - Pemerintah Maroko, Senin (13/7/2020) mengumumkan kembalinya memberlakukan lockdown di kota pelabuhan utara Tangiers.

Kebijakan itu untuk mencegah wabah virus Corona baru terus meluas.

Tindakan pemerintah itu hanya beberapa minggu setelah mencabut pembatasan nasional.

Kota berpenduduk sekitar satu juta jiwa itu dikunci sejak Senin (13/7/2020) siang waktu setempat.

Dimana transportasi umum dihentikan, kafe-kafe dan ruang-ruang publik ditutup serta pergerakan warga dibatasi.

Dilansir AFP, Senin (13/7/2020), penduduk hanya diperbolehkan meninggalkan rumah dalam kasus kebutuhan ekstrim.

Menteri Dalam Negeri Maroko mengatakan tindakan luar biasa dari pejabat lokal diperlukan.

Khusus untuk menjaga pergerakan warga di dalam atau luar kota.

2.245 Pasien Virus Corona Arab Saudi Kritis, Dari 65.269 Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

Sempat Hadir ke Sekolah, Siswa Langsung Diarahkan Pulang

VIDEO - Puluhan Pondok Wisata di Meulaboh Ambruk Diterjang Gelombang Tinggi

Pihak berwenang memutuskan untuk menerapkan kembali langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus.

Setelah sekelompok infeksi baru muncul di kota pelabuhan itu.

Kota utara, dengan pantai yang cerah, memiliki pelabuhan yang luas.

Juga sebagai pusat ekonomi utama yang menghubungkan Afrika dengan Eropa dan sekitarnya.

Maroko telah memberlakukan tindakan penguncian nasional yang ketat setelah mencatat kasus COVID-19 pertamanya pada Maret 2020.

Tetapi, mulai melonggarkan mereka pada Juni 2020.

Sejak saat itu membuka kembali kafe dan restoran.

Sehingga, memungkinkan pengunjung domestik untuk memulai kembali sektor pariwisata vitalnya.

Perbatasan tetap ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kecuali untuk warga Maroko di luar negeri, yang akan dapat kembali mulai Selasa (14/7/2020) dan seterusnya.

Tetapi meskipun masker wajib di depan umum, wabah baru penyakit setempat telah memaksa penutupan beberapa kota.

Wabah di pabrik pengalengan ikan mendorong pihak berwenang untuk mengunci Safi.

Sebuah kota berpenduduk 300.000 jiwa di pantai Atlantik, pada awal Juli 2020.

Kerajaan, dengan populasi 34 juta jiwa telah mencatat lebih dari 15.000 infeksi, termasuk 253 kematian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved