Breaking News:

Jurnalisme Warga

Calang di Mata Seorang Pendatang

SEHAR-HARI saya bekerja pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Jaya. Sebelumnya bertugas di BPS Kabupaten Pidie

IST
MUSTAFA IBRAHIM DELIMA, Pegawai Badan Pusat Statistik dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Aceh Jaya, melaporkan dari Calang, Aceh Jaya 

OLEH MUSTAFA IBRAHIM DELIMA, Pegawai Badan Pusat Statistik dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Aceh Jaya, melaporkan dari Calang, Aceh Jaya

SEHAR-HARI saya bekerja pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Jaya. Sebelumnya bertugas di BPS Kabupaten Pidie.  Kali ini saya berbagi pengalaman setelah hampir satu setengah tahun menetap di Calang, ibu kota Kabupaten Aceh Jaya.

Saya yakin kita semua sudah tahu Calang. Bila belum pernah mengunjunginya langsung, mungkin pernah membaca tentang Calang di koran-koran atau media sosial. Bahkan mungkin sudah pernah melintasinya. Apalagi penduduk di pesisir pantai barat Aceh yang sering bepergian ke ibu kota provinsi, sudah hampir semua pernah melintasi Kota Calang.

Calang juga dikenal ke seantero dunia karena mengalami dampak yang sangat dahsyat pada saat gempa bumi dan tsunami meluluhlantakkan Aceh pada Ahad pagi, 26 Desember 2004. Kota yang dikenal dengan kota kuini ini kehilangan hampir setengah penduduknya saat itu.

Beberapa waktu lalu, Calang sempat viral dengan beberapa keindahan alam yang dimilikinya. Pulau Reusam, sebuah pulau tak berpenghuni yang berjarak sekitar satu mil dari daratan Calang, menawarkan pesona yang eksotik. Para wisatawan dari berbagai daerah pun berbondong-bondong datang ke sana.

Belum lagi habis masa viral Pulau Reusam, Aceh Jaya kembali viral dengan taman bunga celocia, taman yang menawarkan sensasi seakan-akan sedang berada di Eropa. Taman bunga celocia tersebut merupakan yang pertama di Aceh. Hingga kini pun taman bunga tersebut terus berinovasi dengan berbagai fasilitas dan ragam objek selfie.

Baiklah kita hentikan dulu membahas mengenai keramahan penduduk, objek wisata dan keindahan alam Aceh Jaya memang tiada habisnya itu. Kali ini kita akan membahas sesuatu yang unik di Aceh Jaya, setidaknya di mata penulis selaku pendatang. Ada banyak keunikan Aceh Jaya yang tidak tampak jika tidak terlalu diperhatikan. Berikut adalah beberapa keunikan Aceh Jaya yang masih terpendam dan layak diketahui oleh publik.

Tugu

Banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengenang suatu peristiwa atau mengenang keunikan sesuatu yang pernah terjadi masa lampau agar tetap terjaga lestari untuk generasi mendatang. Bila di daerah lain dibuat patung, maka masyarakat Aceh mengenangnya dengan membuat tugu. Setiap tugu-tugu yang dibangun mengandung nilai-nilai historis dan filosofis.

Ya, Aceh Jaya punya banyak tugu. Tugu-tugu tersebut tersebar hampir di semua kecamatan. Di kecamatan Teunom misalnya, terdapat dua tugu yang dapat kita lihat saat melintas Jalan Meulaboh-Banda Aceh. Tugu Cot Trap di Gampong Cot Trap dan Tugu Tembok di Gampong Padang Kleng, arah menuju ke Kecamtan Pasie Raya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved