Berita Lhokseumawe
PMI Lhokseumawe Berikan Layanan RFL bagi Imigran Rohingya
Palang Merah Indonesia Kota Lhokseumawe, memberikan layanan Restoring Family Link (RFL), kepada Imigran Rohingya yang terdampar di perairan Aceh..
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, memberikan layanan Restoring Family Link (RFL), kepada Imigran Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara beberapa waktu yang lalu.
Tujuannya adalah untuk memberikan berita kepada keluarga tentang keberadaan dan keadaan mereka yang saat ini sedang di tampung di gedung Balai Latihan Kerja, di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, kota Lhokseumawe.
Sekretaris PMI Kota Lhokseumawe, M Agam Khalilullah kepada Serambinews.com, Selasa (14/7/2020) mengatakan, layanan tersebut untuk melakukan pemulihan hubungan keluarga, yaitu dengan menggunakan telepon seluler.
“Layanan ini diberikan mengingat sejak keberangkatan para migran berpisah dengan keluarga tanpa ada komunikasi apapun, maka layanan ini berfungsi sebagai salah satu cara untuk memberikan berita kepada keluarga tentang keberadaan dan keadaan mereka saat ini,” ujarnya.
Agam menambahkan, dalam melakukan layanan tersebut, PMI Kota Lhokseumawe didampingi oleh IOM sebagai translator.
Lalu Translator ini dibutuhkan untuk mendengarkan isi percakapan Imigran dengan keluarganya.
Apabila terdapat percakapan diluar dari prosedur, maka layanan telpon akan diberhentikan.
Selanjutnya para imigran hanya diberikan waktu selama tiga menit untuk dapat berkomunikasi dengan keluarganya,
Waktu yang terbatas tersebut bermaksud untuk menghindari adanya pembahasan di luar berita keadaan dan keberadaan mereka.
“Tahapan dalam layanan ini adalah, para Imigran Rohingya ini akan di data terlebih dahulu untuk dapat diberikan layanan, karena layanan ini hanya diberikan kepada Imigran yang mau saja. Kemudian mereka akan di panggil secara berurut satu-persatu untuk mengabari keluarganya,” demikian M Agam Khalilullah.
Untuk diketahui, awalnya sebanyak 99 imigran Rohingya ini terdampar di perairan Seunuddon, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, Rabu (24/6/2020).
Mereka umat muslim yang diduga diusir dari negaranya Myanmar itu terdiri atas pria, wanita muda dan tua, bahkan masih anak-anak.
Kapal mereka ditemukan rusak oleh nelayan dengan jarak sekitar empat mil dari pesisir pantai.
Selanjutnya para imigran ini dievakuasi ke kapal nelayan Aceh Utara tersebut.
Tidak lama kemudian, boat yang sudah dipenuhi imigran Rohingya ini dibawa ke tepi laut Pantai Lancok, Aceh Utara.
Kemudian pada Kamis (25/6/2020) sore pukul 16.00 WIB, warga pun sepakat menurunkan imigran Rohingya tersebut dari kapal ke darat.
Mereka sempat berada di pondok-pondok tepi pantai sekitar dua jam, sebelum dievakuasi ke lokasi penampungan sementara, yakni di bekas kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe, kawasan Punteut.(*)
• Demi Foto Takjub, Seorang Ayah Lakukan Adegan Berbahaya Ini Terhadap Anak Balitanya di Tebing Curam
• Lydia Syanesah, Modeling yang Bercita-cita Jadi Dokter
• Gampong Jantho Baru Ditetapkan Sebagai Gampong Tangguh Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pmi-cabang-lhokseumawe.jpg)