Breaking News:

Virus Corona Serang Dunia

Tak Kunjung Ditangani, Dokter Bawa Jenazah Korban Covid-19 Dengan Traktor, Pengemudi Melarikan Diri

Ia maju sebagai seorang pahlawan untuk mengemudikan traktor yang membawa jenazah korban Covid-19 ke tempat kremasi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
TWITTER/@ANI
Tangkap layar seorang dokter bernama Pendyala Sriramasal Telangana, India, pada Minggu (12/7/2020) membawa jenazah korban covid-19 ke tempat kremasi dengan menggunakan traktor 

Dokter Sriram mengatakan dia sangat menyadari betapa rasa sakitnya dan penderitaan yang akan dialami oleh anggota keluarga dari orang yang meninggal, jika ada penundaan dalam menyerahkan tubuh untuk kremasi.

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Anggota DPRD Makassar Ditetapkan Tersangka

“Pada Juli 2018, saya kehilangan putra saya yang berusia 18 tahun karena kecelakaan di Bengaluru.

Dan saya harus berjuang selama hampir 20 jam untuk mendapatkan tubuhnya dari kamar mayat rumah sakit setelah post-mortem.

Saya bisa melihat penderitaan yang sama di wajah anggota keluarga Covid-19 ini, ”katanya.

Pembuangan dan penelantaran mayat korban Covid-19 telah menjadi masalah besar di India.

Karena banyak pejabat pemerintah dan bahkan anggota keluarga dalam beberapa kasus menolak untuk menangani mayat-mayat tersebut karena takut tertular virus.

Setidaknya ada tiga insiden kesalahan penanganan jenazah korban Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, semuanya berada di Andhra Pradesh.

Superstar Bollywood Amitabh Bachchan dan Putranya Membaik, Aishwarya dan Anaknya Negatif Covid-19

Pada 10 Juli, pemerintah distrik Nellore memerintahkan penyelidikan atas insiden staf kota setempat yang diduga membawa mayat tiga korban Covid-19 dalam sebuah kendaraan alat berat

dan kemudian membuangnya ke kuburan, di sebuah tempat yang berdekatan dengan Sungai Penna.

Pada 6 Juli, pemerintah kota di Tirupati juga menggunakan kendaraan alat berat untuk mengangkat mayat seorang korban Covid-19 dari ambulans dan kemudian membuangnya ke kuburan.

Pada tanggal 26 Juni, staf kota di kota Palasa di distrik Srikakulam menggunakan kendaraan alat berat untuk membawa mayat seorang korban Covid-19 dari rumahnya untuk ritual terakhir.

Hal ini setelah kerabat korban menolak untuk melakukan ritual terakhir.

Atas instruksi menteri utama, Y S Jagan Mohan Reddy, otoritas distrik menangguhkan enam pegawai kota atas insiden tersebut. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Istri Sah yang Gerebek Suami Minta Maaf pada Wanita Selingkuhan Suaminya, Cabut Laporan Polisi

Penangkapan 3 Tersangka Pembobol ATM BNI 46 Samudera di Aceh Utara, Begini Kata Kapolres Lhokseumawe

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved