Breaking News:

Liga 1 2020

Pulang Kampung, Pemain Persita Tangerang Asal Bireuen Zikri Akbar Ubah Gaya Rambut

Pemain bernomor punggung 27 ini mengatakan, dirinya menyesuaikan diri sesuai dengan nilai-nilai syariat islam yang berlaku di Aceh.

Dok Pri
Zikri Akbar, pemain Liga 1 Persita Tangerang, asal Jangka Bireuen, Aceh, Latihan Sesuai Jadwal dan Intruksi Pelatihnya Widodo Cahyo Putro. SERAMBINEWS.COM/Foto Dok Zikri Akbar. 

SERAMBINEWS.COM, TANGERANG - Bek Persita Tangerang, Zikri Akbar mengubah gaya rambutnya yang awalnya cat pirang menjadi hitam saat kembali ke kampung halamannya, Bireuen, Aceh.

Pemain bernomor punggung 27 ini mengatakan, dirinya menyesuaikan diri sesuai dengan nilai-nilai syariat islam yang berlaku di Aceh.

"Ya, kan disini (Aceh) beda dengan di luar, jadi disesuaikan seperti normal," ujarnya saat sesi rindu pendekar yang dibawakan oleh Yetta Angelina-media officer Persita, Rabu (15/7/2020) sore.

Bek berusia 27 tahun ini mengatakan, dengan gaya rambut normal, dirinya juga akan terhindar dari komentar netizen ke depannya saat masih di kampung halaman.

Ada pun saat berada di Aceh, Zikri tetap berupaya menjaga kebugaran dirinya.

Kampung halamannya yang zona hijau memberikan kesempatan dirinya bermain bola bersama rekan-rekannya yang lain, sehingga feeling ball (perasaan dalam mengontrol bola) tetap terjaga.

Ada pun bersama Persita, Zikri menjadi salah satu pemain yang turut meloloskan Persita promosi ke Liga 1 Indonesia musim 2020 tahun lalu.

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Korban Covid-19 di RSUZA, Dimakamkan Secara Normal di Kajhu

Kasus Pemulihan Pasien Virus Corona Arab Saudi Makin Tinggi, Kasus Baru Semakin Rendah

Data BPS: Aceh Bukan Lagi Daerah Termiskin di Sumatera, Ini Provinsi Termiskin di Sumatera

Salah Paham Soal Cewek, Remaja Lhokseumawe Tusuk Teman Sendiri Pakai Rencong, Begini Kronologinya

Pada sisi lain, Zikri Akbar mengakui, kesulitan membawa teman dari luar daerah ke kampung halamannya di Bereuen, Aceh.

Pasalnya, lokasi rumah Zikri tak jauh dari pantai yang menyebabkan teman-temannya dihantui rasa takut.

"Teman-teman masih takut ya datang ke sini, apalagi masih ingat zaman 2004 silam saat tsunami dulu. Itu yang mereka khawatirkan," ujar Zikri.

Halaman
12
Editor: Imran Thayib
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved