Pandemi Corona

Lewat Webinar, Unsyiah Paparkan Peran Sains Dalam Hentikan Laju Covid-19

Ia menyampaikan bahwa penelitian biologi dalam mengatasi Covid-19 sudah dan akan dilakukan dengan mengembangkan...

Editor: Eddy Fitriadi
FOTO HUMAS UNSYIAH
Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar seri perdana Webinar yang bertemakan ‘Peran Besar Sains Dalam Menghentikan Pendemi Covid-19’, Rabu (15/7/2020).

Webinar tersebut menghadirkan empat pakar di bidangnya yang mengupas peluang kontribusi sains dan matematika dalam penyelesaian pandemi Covid-19.

Mereka adalah Prof Dr Marwan Ramli SSi MSi, dosen Magister Matematika FMIPA Unsyiah yang juga pakar permodelan dan aplikasi matematika, dan Dr Saumi Syahreza SSi MSi yang merupakan dosen di Magister Fisika FMIPA Unsyiah, dan pakar bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan remote sensing.

Sementara dua pemateri lainnya adalah Dr Suhartono SSi MSc, dosen pengajar di Magister Biologi FMIPA Unsyiah dan  ahli mikrobiologi, serta Prof Dr rer nat Rinaldi Idroes SSi, dosen Magister Kimia yang merupakan ahli kimia analitik.

Wakil Dekan I FMIPA Unsyiah, Dr Nasrullah SSi MSi MSc saat membuka kegiatan berharap webinar ini dapat menjadi kontribusi FMIPA Unsyiah dalam pengembangan dan keilmuan untuk mengatasi tantangan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Sementara Prof Marwan menyampaikan bahwa permodelan matematika memiliki peran besar dalam menghentikan pandemi Covid-19. Permodelan matematika untuk Covid-19 yang pernah dibuatnya menunjukkan bahwa laju infeksi Covid-19 naik secara ekponensial di Aceh.

“Adanya kebijakan yang masif untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak, pengujian massal (mass testing), pembatasan migrasi dan lainnya akan memberikan laju infeksi yang kecil dan adanya penurunan jumlah konfirmasi positif Covid-19,” ungkapnya.

Pemateri lainnya, Dr Saumi memaparkan tentang pengembangan portal pemetaan sebaran Covid-19 di Provinsi Aceh. Saat ini tim Covid-19 Unsyiah sedang mengembangkan dua portal SIG yaitu peta statis dan peta dinamis.

“Aplikasi dari kedua peta ini dirancang dalam bentuk peta berbasis website (web map) yang bertujuan untuk memberikan informasi terkini terkait dengan perkembangan penyebaran Covid-19 di Aceh,” ucapnya.

Selanjutnya, Dr Suhartono SSi MSc menjelaskan bahwa SARS-CoV-2 adalah penyebab COVID-19. Suhartono menjelaskan secara rinci terkait dengan struktur, karakteristik, replikasi, transmisi, patogenesis, diagnosis, faktor risiko, pencegahan, dan pengobatan.

Ia menyampaikan bahwa penelitian biologi dalam mengatasi Covid-19 sudah dan akan dilakukan dengan mengembangkan Antigen Rekombinan (N dan S) SARS-CoV-2 dan Nano-antibiodi untuk aplikasi diagnostik dan pengobatan.

Pada sesi terakhir, Prof Rinaldi menyampaikan bahwa telah ada upaya besar riset kimia di Provinsi Aceh untuk berkontribusi bagi berbagai permasalahan dalam masyarakat, termasuk untuk masalah pandemi Covid-19 ini.

“Khusus untuk masalah ini, tanaman obat tradisional lokal menurut hasil penelitian memiliki potensi untuk menjadi obat Covid-19,” ucapnya.

Webinar ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang keilmuan.(rel/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved