Breaking News:

Opini

Memperkuat Relasi Orangtua dan Guru  

Sebenarnya, jangankan teknologi canggih, orangtua yang berpendidikan tinggi pun tidak akan mampu menggantikan peran dan keistimewaan

Memperkuat Relasi Orangtua dan Guru   
IST
Dr. Sri Rahmi, MA, Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia

Oleh Dr. Sri Rahmi, MA, Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia

Sebenarnya, jangankan teknologi canggih, orangtua yang berpendidikan tinggi pun tidak akan mampu menggantikan peran dan keistimewaan yang dimiliki seorang guru. Semua ada porsinya masing-masing. Saling bergandengan tanganlah yang membuat semua peran akan berjalan sesuai dengan harapan. 

Sejak merebaknya virus Corona di Indonesia, dunia pendidikan kita menjadi sakit. Butuh suplemen yang mujarab agar berhasil bangkit kembali. Salah satu suplemen tersebut adalah relasi orangtua dan guru. Relasi diperlukan tidak hanya saat terjadi proses pembelajaran di rumah, namun saat sekolah dibuka kembali, relasi tetap penting sebagai bentuk tanggung jawab orangtua dan guru.

Hampir semua jenjang pendidikan mengikuti proses pembelajaran melalui berbagai aplikasi yang disediakan pemerintah atau sekadar melalui WA group sekolah. Walaupun kondisi anak zaman `now' kebanyakan sudah menggunakan gadget bahkan lebih canggih dari android milik orangtuanya, namun tetap terdapat problematika saat pembelajaran menggunaan sistem daring (online). Hal ini terjadi karena umumnya anak-anak menggunakan gadget untuk sosial media, game, dan youtube. Sangat terbatas jumlah anak-anak yang menggunakan teknologi tersebut untuk mengakses pelajaran sekolah terlebih murid sekolah dasar.

Pandemi, kembali mengingatkan kita semua bahwa tanggung jawab pendidikan merata pada tripusat pendidikan, yaitu orangtua, sekolah, dan masyarakat. Kerjasama dan harmonisasi peran dan tanggung jawab ketiganya sangat mempengaruhi percepatan pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan. Jika sebelum pandemi terjadi, sebagian orangtua hanya menerima laporan pembelajaran dari pihak guru saja, namun saat ini, mau tidak mau, paham tidak paham, sempat tidak sempat, orangtua bersama guru hendaknya bahu-membahu, bersinergi, bergandengan tangan, berkolaborasi, dan bekerja sama agar anak dapat melanjutkan pendidikan dengan kenyamanan dan terjaminnya kesehatan mereka. Tanpa kerja sama tripusat pendidikan, kecil kemungkinan pembelajaran bagi peserta didik akan berhasil dengan baik dan lancar.

Pandemi juga mengajarkan kita bahwa relasi antara orangtua dan guru menjadi sangat penting dan prioritas utama di dunia pendidikan saat ini. Guru merasakan ketidaknyamanan karena harus mengajar siswanya dengan sistem daring yang penuh keterbatasan. Orangtua juga merasakan betapa sulitnya mendidik anak di rumah, terutama sekali dirasakan oleh orangtua pekerja.

Kepala sekolah yang biasa disibukkan berbagai aktivitas, harus mencari alternatif agar kegiatan sekolah tetap berjalan, walau dalam keadaan darurat seperti sekarang ini. Semua elemen benar-benar harus berfikir keras agar pembelajaran tetap berjalan efektif walau proses belajar mengajar dilaksanakan di rumah secara daring atau kembali dilaksanakan di sekolah dalam keadaan new normal.

Bentuk relasi

Walaupun dunia pendidikan kita sedang sakit, namun kita tetap harus optimis bahwa dengan kebersamaan kita akan mampu menghadapi pandemi ini dan secepatnya bangkit. Jika ditanyakan dari hati nurani orangtua saat ini, maka akan terlihat kegalauan yang luar biasa. Di satu sisi orangtua sudah sangat ingin melihat anaknya kembali ke sekolah seperti dulu lagi. Orangtua merasa sedih melihat kondisi anak-anak yang sudah meninggalkan sekolahnya lebih dari tiga bulan lamanya. Apalagi saat anak-anak menunjukkan kejenuhan dan kebosanannya berada di rumah tanpa guru, teman, dan lingkungan sekolah yang menyenangkan.

Namun di sisi lain, ada kekhawatiran yang besar di kalangan orangtua bahwa sekolah tidak siap menghadapi anak-anak kembali ke sekolah dengan berbagai protokol kesehatan yang harus diikuti. Kegelisahan terjadinya penularan virus corona di sekolah masih menghantui semua pihak. Solusi paling bijak untuk mengatasi permasalahan saat ini adalah, meningkatkan harmonisasi antara guru dan orangtua. Berbagi peran dan tanggung jawab antara keduanya menjadi sebuah keniscayaan. Guru tidak meminta orangtua menggantikan posisinya mengajar di rumah walaupun anaknya sendiri. Orangtua juga tidak bisa memaksakan guru untuk bisa maksimal mengajar anaknya dalam kondisi yang sangat tidak maksimal.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved