Breaking News:

Berita Nasional

Siswa SMA Negeri di Jabar Dapat Jatah Kuota Internet Rp 150.000 per Bulan, Aceh Kapan?

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memberikan kuota internet sebesar Rp 150.000 bagi tiap siswa tingkat SMA Negeri di Jawa Barat.

SERAMBI/M ANSHAR
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Kota Banda Aceh membubarkan kerumunan siswa pada hari pertama sekolah di SMK tersebut, Senin (13/7/2020). Pembubaran dilakukan karena sekolah tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Kota Banda Aceh termasuk dalam enam kabupaten di Aceh yang belum boleh buka sekolah. 

SERAMBINEWS.COM, BANDUNG - Sekolah-sekolah tidak berani mengambil risiko dengan mengadakan kegiatan belajar-mengajar tatap muka. Soalnya, pandemi covid-19 masih belum berakhir.  

Oleh karena itulah Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memberikan kuota internet sebesar Rp 150.000 bagi tiap siswa tingkat SMA Negeri di Jawa Barat.

Kuota internet itu diberikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar daring selama pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, bantuan kuota internet itu diberikan setelah Disdik Jabar menganalisa proses belajar daring beberapa bulan ke belakang.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kuta Alam Kunjungi Sejumlah Sekolah, Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan

Orang Tua Murid Keluhkan Tingginya SPP di Sekolah Swasta, Ini Sikap Komisi V DPRK Aceh Besar

Gara-gara Pergi ke Medan Bawa Pulang Virus Corona, Sekolah dan Madrasah di Glumpang Tiga Ditutup

Dari analisa tersebut, banyak siswa yang kesulitan belajar karena tak punya uang lebih untuk membeli kuota internet.

"Nah dari situ kita buatkan petunjuk teknis dalam kebijakan sekolah secara daring, salah satunya dengan membiayai kuota internet bagi siswa. Ini diberikan kepada siswa sehingga mereka tidak akan mengeluh karena ini (kuota internet) menjadi hal yang terbebani dalam belajar daring," ujar Dedi dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (16/7/2020).

Dana bantuan kuota internet itu, kata Dedi, bisa menggunakan anggaran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) atau memakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

"Jadi tidak double. Pakai anggaran dari BOS atau BOP-nya," kata Dedi.

Pantau KBM Tatap Muka di Sekolah, Kadisdikbud Subulussalam: Berjalan Baik dan Terkontrol

Warganya Positif Covid-19, PBM Tatap Muka di Sekolah dan Madrasah di Glumpang Tiga Pidie Dihentikan

Bupati Sarkawi dan Sekda Haili Yoga Pantau Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Bener Meriah   

Nantinya, pihak sekolah akan membagikan kartu kuota internet sekali pakai kepada tiap rumah siswa. Dedi pun meminta setiap orang tua bisa ikut berperan mengawasi agar kuota internet tak digunakan selain untuk kegiatan belajar atau bermain game online.

"Bagaimanapun pengawasan keluarga lebih efektif yah. Dan kita akan terus ingatkan kepada mereka di grup sekolah yang ada orang tua siswanya," ungkap Dedi.

Halaman
12
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved