Breaking News:

Salam

Ulama: Kita Diajarkan Menghormati Jenazah

Prosesi pemakaman satu jenazah korban Covid‑19 berlangsung lancar dan aman di satu desa kawasan Kecamatan Masjid Raya

FOTO TIM IPJ RSUZA
Warga Gampong Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, bersama Tim Instalasi Pemularasan Jenazah (LPJ) RSUZA melaksanakan prosesi pemakaman salah seorang warga desa itu yang meninggal dunia akibat Covid-19, Selasa (14/7/2020). 

Prosesi pemakaman satu jenazah korban Covid‑19 berlangsung lancar dan aman di satu desa kawasan  Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (14/7/2020). Dengan tetap menjaga protokol kesehatan, sejumlah warga setempat ikut membantu proses fardhu kifayah yang dilaksanakan Tim Instalasi Pemulasaraan Jenazah (lPJ) Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh..

Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT K‑Spine FICS menceritakan, saat prosesi pemakaman itu, warga ikut menggali kubur, menyaksikan prosesi pemakaman dari jarak yang aman, dan berdoa untuk jenazah. "Alhamdulillah, suasananya aman terkendali. Bahkan sempat juga dilakukan edukasi dan sosialisasi pencegahan Covid‑19 kepada warga."

Dosen senior Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala ini memuji sikap warga terhadap jenazah pasien Covid‑19. "Jujur, saya dan seluruh Tim Pemulasaraan Jenazah Covid‑19 RSUZA mengapresiasi kekompakan dan empati warga desa yang bersama‑sama ikut membantu melaksanakan fardu kifayah terhadap warganya yang mengalami musibah," kata Azhar.

Harian ini sengaja menempatkan berita itu sebagai laporam utama atau headline di halaman utama pula.

Tujuannya antara lain untuk mengingatkan masyarakat supaya jangan lagi menolak pemakaman jenazah-jenazah korban Covid-19. Ini kita anggap penting, mengingat sebelumnya, bukan hanya di Aceh, sudah sering sekali warga menolak pemakaman jenazah korban virus Corona di desa mereka.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyayangkan masih adanya penolakan dari kelompok masyarakat tertentu terhadap pemakaman jenazah yang meninggal akibat corona (Covid‑19) ."Saya masih sangat menyayangkan adanya sekelompok orang yang masih menolak pemakaman jenazah yang terpapar corona. Padahal para ahli dan para ulama sudah menyerukan jangan ada penolakan itu," kata Wapres.

Makruf Amin yang juga seorang ulama senior mengingatkan masyarakat supaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan di saat virus Corona sedang mewabah di negeri ini. "Allah SWT sudah menyatakan dalam Alquran bahwa tidak ada yang menimpa kita kecuali apa yang telah ditentukan Allah," katanya.

Para ulama juga, lewat fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), sudah  menyampaikan bahwa fardhu kifayah jenazah yang terinfeksi Covid‑19 dilaksanakan sesuai protokol kesehatan oleh tim khusus. Jenazah yang terinfeksi Covid‑19 disucikan terlebih dahulu sesuai dengan agamanya, untuk kemudian dilakukan dekontaminasi serta tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet sebelum dibungkus pelapis. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi dan harus diantar ke pemakaman menggunakan mobil jenazah khusus. Pemakaman jenazah korban Covid‑19 juga harus dilakukan tidak lebih dari empat jam.

Seorang ulama lainnya yang juga ahli tafsir beberapa waktu lalu mengatakan, bila pengurusan jenazahnya sudah melewati protokol dan prosedural yang telah ditetapkan, seharusnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, sebagian masyarakat tidak bisa memahaminya secara baik.

“Kita tidak dapat menyesali mengapa seseorang bisa meninggal disebabkan Corona, namun yang kita sesali mengapa ada sudut pandang negatif masyarakat terhadap korban Covid sehingga jenazahnya ditolak untuk dikuburkan tempat-tempat tertentu. Alih‑alih membantu penanganannya, bahkan ada warga masyarakat yang melempari petugas pembawa jenazah dengan batu. Seharusnya mereka berterima kasih ada petugas medis yang meringankan beban mereka dalam mengurusi jenazah itu, sehingga tidak telantar begitu saja.”

Sang ahli tafsir juga mengungkapkan, ada pula jenazah yang empat kali harus bolak‑balik ditolak di setiap TPU. “Di mana rasa penghormatan terhadap jenazah? Dimana rasa kemanusiaan itu bersemayam di hati nurani mereka yang mengaku punya agama dan Tuhan? Sungguh ini benar‑benar menyedihkan. Melihat fakta ini, saya berpikir apa yang salah dengan masyarakat kita? Seperti itukah cara memperlakukan jenazah? Terlebih rata‑rata jenazah yang ditolak adalah jenazah saudara mereka seiman, sesama muslim.” Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved