Breaking News:

Luar Negeri

Bea Cukai Amerika Tahan Sarung Tangan Medis Buatan Malaysia, Diduga karena Kasus Kerja Paksa

Otoritas Bea dan Cukai AS menetapkan perintah penahanan pada impor produk yang dibuat oleh anak perusahaan Top Glove Corp Bhd (TPGC.KL) Malaysia.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
KOMPAS.COM
Seorang petugas kesehatan menggunakan sarung tangan medis 

SERAMBINEWS.COM – Otoritas Bea dan Cukai AS menetapkan perintah penahanan pada impor produk yang dibuat oleh anak perusahaan Top Glove Corp Bhd (TPGC.KL) Malaysia.

Tindakan penahanan yang diambil Bea dan Cukai AS terhadap perusahaan itu diduga karena melakukan kerja paksa terhadap karyawannya.

Produk buatan perusahaan Top Glove datang pada saat permintaan sarung tangan medis dan APD tinggi karena pandemi virus corona.

Virus corona telah memukul Negeri Paman Sam lebih keras daripada negara lain diseluruh dunia.

Bedasarkan situs real time virus corona, Worldometers.info, Jumat (17/7/2020) pagi, AS mencatat kasus infeksi virus corona mencapai 3.695.025 kasus.

Dari angka itu, sebanyak 1.679.633 orang sudah sembuh dan 141.118 dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, 16.452 orang dalam kondisi kritis.

Benarkah Pemulangan TKI Aceh di Malaysia Urusan Pemerintah Pusat? Mari Belajar dari Pemkab Batubara

Kabar Baik, Ilmuwan Sebut Vaksin Moderna Ampuh Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Pasien Covid-19

Di Malaysia, Pembunuh Jaksa KPK Divonis Mati, Novel Baswedan Singgung Pemerintah Indonesia

Situs resmi Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS menunjukkan perusahaan Top Glove dan TG Medical masuk dalam daftar “Withhold release order” (WRO) pada Rabu (15/7/2020).

Artinya, Bea dan Cukai AS menahan semua barang-barang impor dari perusahaan itu karena masalah-masalah kerja paksa.

Melansir dari Reuters, dalam pernyataan yang dikirim melalui email, Bea dan Cukai AS mengatakan bahwa melalui konsultasi antar-lembaga yang luas, mereka telah menemukan bukti praktik kerja paksa, termasuk ikatan hutang di antara praktik-praktik lain di unit Top Glove.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved