Breaking News:

Salam

Berhati-hatilah, Wabah Corona Melonjak

Sejumlah negara di Asia, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika kembali menerapkan lockdown menyusul lonjakan kasus virus Corona

AFP/Fabrice COFFRINI / POOL
Kepala Keadaan Darurat WHO, Michael Ryan menghadiri konferensi pers tentang perkembangan virus Corona di markas besar Jenewa, Swiss, Jumat (3/7/2020). 

Sejumlah negara di Asia, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika kembali menerapkan lockdown menyusul lonjakan kasus virus Corona (Covid‑19) dalam beberapa pekan terakhir. Indonesia termasuk negara yang lonjakannya luar biasa. Dan, Aceh salah satu provinsi di Indonesia yang serangannya Coronanya sangat tajam. Pada, Rabu (15/7) saja ditemukan lebih 20 orang positif terjangkit Covid-19 yang sebagian besar dari mereka adalah tenaga medis di Banda Aceh yang selama ini menangani pasien-pasien Corona. 

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) me’warning’ jangkitan virus Corona meningkat di dunia, dan keadaan terburuk belum datang. Namun, WHO mengakui sejumlah negara membuat prospek signifikan dalam pencegahan Covid-19. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, "Kita ingin ini selesai. Kita ingin dapatkan kembali kehidupan kita. Tetapi realitas terberatnya adalah ini belum juga mendekati akhir."

Data Universitas Johns Hopkins, menyebutkan, virus Corona sudah menginfeksi 10,1 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan kematian lebih setengah juta orang. "Beberapa kasus bangkit lagi di beberapa negara ketika mereka membuka kembali ekonomi dan komunitas mereka," kata WHO.

Gelombang II serangan Covid-19 antara lain terjadi  AS, China, Korsel dan lain-lain. Ini  terjadi setelah negara-negara itu membuka kembali aktivitas bisnis dan melonggarkan pembatasan sosial. Kasus baru melonjak dan mencapai rekor di beberapa negara.

Tokoh kesehatan ternama AS, Dr Anthony Faucy bahkan memperingatkan angka kematian akan terus bertambah, terutama dari kasus anak muda menginfeksi golongan tua. "Hal yang paling penting untuk mengintervensi rantai transmisi adalah bukan teknologi tinggi. Kuncinya adalah tracing dan karantina kontak," tegas WHO.

Direktur Eksekutif  Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Mike Ryan mengatakan gelombang kedua Covid‑19 berupa lonjakan kasus mendadak , selain dapat membebani sistem perawatan kesehatan, kemungkinan menyebabkan lebih banyak kematian. "Kita mungkin berada di puncak kedua (pandemi) dengan cara ini," kata Mike Ryan.

Para ahli penyakit menular meyakini penyebaran virus Corona kembali melonjak ketika musim panas berakhir, namun mereka tidak mengetahui seberapa parah lonjakannya.  Dalam skenario pertama puncak kedua pandemi, kasus‑kasus virus Corona akan meningkat tajam dan cepat hingga mencapai titik puncak yang baru. Pada gelombang kedua, infeksi bisa diketahui lebih lambat dan berdampak di seluruh dunia dalam waktu berbeda. Namun pada skenario kedua di mana kurva sudah mulai rata, akan lebih banyak orang terinfeksi virus Corona pada saat bersamaan. Ini akan sangat membebani sistem perawatan medis.

Kondisi inilah yang kita takutkan terjadi di Aceh menyusul banyaknya tenaga medis yang sudah terinfeksi virus Corona. Dalam kondisi yang mencemaskan saat ini, secara awam paling tidak ada dua hal yang harus menjadi perhatian. Pertama tentang kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Dan, kedua perku ada upaya meningkatkan mekanisme perlindungan para dokter, [erawat, dan tenaga madis lainnya yang terkait dengan penanganan pasien-pasien kasus Covid-19.

Sebagai profesi yang menjadi garda depan penanganan Covid‑19, petugas medis sering tidak mendapatkan hak‑hak yang seharusnya terpenuhi, seperti halnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar kesehatan dunia. Inilah hak terpenting bagi mereka. Artinya, pemerintah harus secara serius memperhatikan keselamatan tenaga medis dalam menangani wabah Covid‑19 dengan memenuhi ketersediaan APD.

Sebetulnya, beberapa bulan lalu Presiden Jokowi sudah memerintahkan penerapan perlindungan optimal bagi para dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya dalam menangani pandemi Covid‑19. Tujuannya tentu saja agar tidak ada lagi tenaga medis yang menjadi korban dalam menangani pasien Corona.

Hal lain yang tidak boleh kita abaikan adalah disiplin terhadap protokol kesehatan. Menjag jarak, mengenakan masker, dan sering-sering cuci menggunakan sabun jika berada di luar rumah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved