Rabu, 15 April 2026

Dari Harapan Penambahan Kuota Haji hingga Pembangunan Universitas King Saudi

Karena itu, Esam Abid Althagafi sangat mendukung apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan ia nanti akan menyampaikan hal tersebut

Editor: bakri
DOK HUMAS SETDA ACEH
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT (kiri), berbincang dengan Dubes Arab Saudi Untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi, dalam pertemuan di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Kamis (16/7/2020). 

* Plt Gubernur Aceh Temui Dubes Arab Saudi

Karena itu, Esam Abid Althagafi sangat mendukung apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan ia nanti akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak terkait di Arab Saudi, seperti Kementerian Haji dan Umrah. Apalagi, tambah Dubes Arab Saudi, dirinya tahu betul Aceh melaksanakan syariat Islam dan memiliki otonomi khusus.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Kamis (16/7/2020), menemui Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi, di Kantor Kedubes Arab Saudi, Jakarta. Banyak hal dibahas dalam pertemuan yang berlangsung dengan suasana keakraban. Ada harapan yang disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh dan ada pula tawaran dari Dubes Arab Saudi untuk membantu Aceh.

Salah satu isu penting yang dikemukakan Nova Iriansyah adalah soal kuota haji. Secara khusus,

Plt Gubernur meminta kepada Dubes Esam Abid Althagafi untuk menyampaikan kepada Pemerintah Arab Saudi dan Raja Salman, serta pihak terkait lainnya agar menambah kuota haji bagi masyarakat Aceh.

Sebab, menurut Nova, selain mempunyai hubungan historis panjang dengan Arab Saudi, Aceh juga memiliki sandaran hukum berupa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 (UUPA) dan UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh. Kepada Dubes Esam Abid Althagafi, Nova menjelaskan secara rinci isi kedua undang-undang tersebut.

"Aceh mempunyai kekhususan tentang haji, persentase kuotanya lebih besar dari provinsi lain, dan Aceh menyelenggarakan ibadah haji sendiri dalam bingkai NKRI, nanti kerja samanya dengan Kementerian Agama," kata Nova. Apalagi, tambah Plt Gubernur, saat ini daftar tunggu haji Aceh sudah cukup lama yakni hingga 30 tahun.

Apalagi, menurut Nova, di Mekkah, Aceh memiliki Baitul Asyi, yang merupakan wakaf dari Habib Abdurrahman bin Alwi, atau lebih dikenal sebagai Habib Bugak Asyi, terkhusus untuk jamaah haji asal Aceh.

Dubes Arab Saudi, Esam Abid Althagafi, menyambut baik harapan yang disampaikan Plt Gubernur Aceh, serta ia memberikan apresiasi terhadap upaya untuk memperkuat hubungan tersebut. "Karena Aceh bagi kami tidak asing. Dan jamaah haji Nusantara dulu berangkat melalui Aceh," katanya.

Karena itu, Esam Abid Althagafi sangat mendukung apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan ia nanti akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak terkait di Arab Saudi, seperti Kementerian Haji dan Umrah. Apalagi, tambah Dubes Arab Saudi, dirinya tahu betul Aceh melaksanakan syariat Islam dan memiliki otonomi khusus.

Universitas King Saud

Dalam pertemuan itu, Dubes Esam Abid Althagafi juga mengungkapkan, Pemerintah Arab Saudi akan memberi perhatian khusus kepada Aceh. Salah satu bentuk perhatian khusus itu adalah membangun Universitas King Saud di Banda Aceh. Menurutnya, Pemerintah Saudi akan terus membantu pembangunan universitas tersebut yang kini sudah berjalan. "Kita menaruh perhatian khusus untuk universitas itu. Nanti, akan dikembangkan lagi secara lebih besar," ungkap Esam Abid Althagafi.

Apalagi, tambahnya, dengan kedatangan Plt Gubernur Aceh ke tempatnya (Kedubes Arab Saudi untuk Indonesia). Sehingga, menurut Dubes, pihaknya bisa bekerja sama secara baik dengan Pemerintah Aceh. "Dan untuk proses administrasinya nanti akan dilakukan oleh Pemerintah Aceh," katanya.

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT menyambut baik tawaran dari Pemerintah Arab Saudi yang disampaikan oleh dubesnya, apalagi menyangkut dengan pendidikan. "Apapun yang mulia lakukan, silakan hubungi saya. Dan saya akan mengawal langsung dan siap memberi kemudahan administrasi," janjinya. Apalagi, tambah Nova, ini merupakan lembaga pendidikan yang sangat penting bagi putra dan putri Aceh.

Untuk diketahui, Universitas King Saud merupakan perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi yang didirikan pada tahun 1957 oleh Raja Saud bin Abdul Aziz dengan nama Universitas Riyadh. Universitas yang terletak di Kota Riyadh, itu merupakan perguruan pertama di Arab Saudi yang didedikasikan untuk perkuliahan non-agama. Universitas itu juga didirikan untuk memenuhi kekurangan pekerja terampil di Arab Saudi. Sehingga, pada tahun 1982 namanya diubah menjadi Universitas King Saud. (fikar w eda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved