14 Tenaga Medis Dites Swab, Sempat Kontak Dengan Pasien Covid-19
Sebanyak 14 tenaga medis di sebuah rumah sakit swasta Lhokseumawe dan 4 warga lainnya di Lhokseumawe menjalani tes swab
LHOKSEUMAWE - Sebanyak 14 tenaga medis di sebuah rumah sakit swasta Lhokseumawe dan 4 warga lainnya di Lhokseumawe menjalani tes swab. Pengambilan sampel swab tersebut dikarenakan mereka sempat kontak erat dengan seorang pasien yang terkonfirmasi Covid-19.
"Saat ini, kesemua warga itu menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil menunggu hasil swab keluar," kata Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar, kemarin. Dikatakan, tes swab yang dijalani 18 warga Lhokseumawe itu mengingat mereka sempat kontak dengan warga Banda Aceh, AB (70), yang datang ke rumah keluarganya di Lhokseumawe.
Diceritakan, saat tiba di Lhokseumawe, AB menderita sakit dengan gejala mirip Covid-19 sehingga dibawa ke rumah sakit swasta di Lhokseumawe. Karena kondisi kesehatannya memburuk, AB lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) pada Jumat (10/7/2020). "Di rumah sakit milik Pemkab Aceh Utara tersebut, AB dirapid test dan hasilnya reaktif. Lalu dites swab dan hasilnya positif Covid-19," ujar Said Alam Zulfikar.
Setelah mendapat hasil itu, pihaknya langsung melakukan pelacakan terhadap orang yang sempat kontak erat dengan pasien tersebut. "Sehingga tahap awal ditemukan tujuh orang. Empat tenaga medis dan tiga keluarga pasien. Untuk tujuh orang tersebut sudah diambil sampel untuk tes swab pada Rabu lalu," kata dia.
Pihaknya lalu melanjutkan pelacakan dan menemukan 11 orang lagi yang sempat kontak erat, yakni 10 tenaga medis dan satu keluarga pasien, sehingga total 18 orang yang dites swab. "Untuk 11 orang yang merupakan gelombang kedua ini telah dites swab kemarin," ujarnya.
Sementara itu, dalam upaya antisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Lhokseumawe sejak awal April 2020 telah menyediakan tempat untuk isolasi bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun bagi warganya yang baru pulang dari zona merah. Adalah Gedung Rusunawa di Desa Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, yang dijadikan tempat isolasi dengan fasilitas lengkap.
Namun sampai dengan Jumat (17/7/2020) atau sudah tiga bulan lebih, gedung tersebut belum juga ditempati. Walaupun di Kota Lhokseumawe sempat tercatat puluhan orang yang berstatus ODP dan seribu lebih yang ditetapkan sebagai traveler.
Juru Bicara Gugus Tugas Penggulangan Covid-19 Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar mengatakan, sampai saat ini belum ada warga yang mau menempati tempat isolasi tersebut. "Mereka semuanya memilih isolasi mandiri di rumah saja," paparnya.(bah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jubir-gugus-tugas-penanggulangan-corona-lhokseumawe-dr-said-alam-zulfikar.jpg)