Breaking News:

Para Pakar Menjawab Keraguan Masyarakat, Penanganan Jenazah Covid-19 di Aceh Sesuai Syariat Islam

Mereka sudah dilatih untuk tugas tersebut. Sedangkan, masyarakat dan keluarga, selain tidak terlatih menangani jenazah Covid-19

FOTO TIM IPJ RSUZA
Petugas medis bersama warga memakamkan jenazah korban Covid-19 di Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Selasa (14/7/2020). 

“Perlu kesadaran kita semua bahwa virus Corona itu tak terlihat tapi nyata dan kematian Covid-19 sudah ada di depan mata. Kita tak ingin kasus Covid-19 di Aceh meledak dan tenaga medis pun bisa kewalahan menanganinya,” tutup Safrizal.

Bertambah lima orang

Sementara itu, pada Jumat (17/7/2020), bertambah lima lagi warga Aceh yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga totalnya menjadi 145 orang. Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, hasil swab kelima pasien baru itu berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unsyiah. Menurutnya, tambahan kasus baru itu berasal dari dua daerah yaitu tiga dari Aceh Besar dan dua Banda Aceh.

Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah S (32) dan MZ (21), laki-laki, serta SA (29), perempuan, warga Aceh Besar. Selain itu adalah HM (49) dan MZ (38), keduanya laki-laki, asal Banda Aceh. Dengan tambahan ini, berarti total warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh sejak Maret lalu menjadi 145 orang. Dari jumlah itu, delapan orang meninggal, 66 sembuh, dan selebihnya sedang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Sejauh ini, sudah delapan pasien Covid-19 di Aceh yang meninggal. Mereka adalah AA (warga Aceh Utara), Suk/Suh (Sumatera Utara), IA (Banda Aceh), RA (Aceh Jaya), ZM dan MI (Aceh Besar), dan FSP (Banda Aceh). Di antara delapan yang meninggal itu hanya satu perempuan, yakni RA (64). (dan/dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved