Breaking News:

Luar Negeri

Provinsi Muslim di China, Xinjiang Mulai Catat Kasus Virus Corona

Satu-satunya provinsi di China dengan mayoritas penduduk Muslim mulai mencatat kasus virus Corona. Wabah virus Corona itu telah berjalan

Editor: M Nur Pakar
AFP/STR
Seorang petugas menyemprotkan cairan disinfektan di satu gedung bioskop sebelum dibuka kembali pada Senin (20/7/2020) di Sihong County, Suqian, Provinsi Jiangsu, China, Jumat (17/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM BEIJING - Satu-satunya provinsi di China dengan mayoritas penduduk Muslim mulai mencatat kasus virus Corona.

Wabah virus Corona itu telah berjalan ke tempat jauh wilayah barat Provinsi Xinjiang China.

Hal itu mendorong gerakan di seluruh dunia untuk berjaga-jaga terhadap pandemi.

Apalagi, jumlah kasus yang dikonfirmasi secara global mendekati 14 juta orang.

Pemerintah Cina, Jumat (17/7) melaporkan sembilan kasus impor, seusai warganya pulang dari luar negeri.

Pejabat kesehatan Provinsi Xinjiang juga melaporkan enam kasus penularan lokal.

Mereka mengatakan 11 orang lainnya dinyatakan positif, tetapi tidak menunjukkan gejala,

Tiongkok tidak memasukkan kasus tanpa gejala dalam jumlah kasusnya.

Pakar Virus Corona China Lari ke AS: Beijing Berbohong Tentang Virus Corona

Banjir Kepung 24 Provinsi di China, Ini Dia Foto-Fotonya

Dulu Harganya Cuma Rp 810.000, Kini Vas Antik dari China ini Laku Rp 436 Miliar 

Wilayah mayoritas Muslim itu begitu jauh dari Beijing,.

Sehingga penduduk beroperasi dengan zona waktu sendiri dan tidak resmi.

Sampai sekarang masih sedikit terpengaruh oleh wabah di tempat lain yang tampaknya telah dikendalikan.

Para pejabat kesehatan mengatakan semua kasus muncul dari antara orang-orang yang sebelumnya ditempatkan di bawah isolasi.

Termasuk di bawah pengawasan ketat di ibu kota regional, Urumqi.

Pejabat Kesehatan Xinjiang mengatakan 135 orang lainnya dimonitor secara terpisah.

Kota berpenduduk 3.5 juta jiwa itu, sebagian besar Muslim mulai memperketat pergerakan.

Hal itu untuk mencegah penyebaran virus Corona lebih luas, setelah munculnya kasus-kasus baru.

Jalur kereta bawah tanah dan beberapa kompleks perumahan ditutup.

Bahkan, memerintahkan penumpang pesawat untuk menunjukkan hasil tes dan sertifikat kesehatan di ponsel.

Sehingga, para penumpang pesawat itu dapat diketahui bebas virus Corona atau tidak.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved