Breaking News:

Minyak Serai Wangi di Galus Capai Rp 170.000/Kg

Minyak serai wangi yang merupakan komoditas andalan di Kabupaten Gayo Lues (Galus) mengalami kenaikan Rp 15.000 dari biasanya

SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Keuchik Gampong Abah Lueng Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya dan Mawardi (eks GAM) melihat salah satu lahan masyarakat yang telah ditanami serai wangi di pegunungan pedalaman Pidie Jaya, Sabtu (31/8/2019). 

BLANGKEJEREN - Minyak serai wangi yang merupakan komoditas andalan di Kabupaten Gayo Lues (Galus) mengalami kenaikan Rp 15.000 dari biasanya. Saat ini, harganya mencapai Rp 170.000/kg, bergerak naik dari biasanya Rp 155.000/kg.

"Alhamdulillah, di tengah situasi pandemi Covid-19, harga minyak serai wangi berangsur naik," kata Abdul Karim, petani serai wangi di Kuta Panjang, Sabtu (18/7/2020). Namun menurutnya, harga tersebut masih belum stabil di tengah situasi yang serba tidak pasti ini.

Abdul Karim menjelaskan, minyak serai wangi pernah mencapai Rp 350.000/kilogram beberapa waktu lalu. Setelah sempat bertahan di harga yang paling tinggi itu, tidak lama kemudian harga minyak sere wangi berangsur turun seperti sekarang ini. Ketidakpastian harga itu juga diakui petani serai lainnya di Kecamatan Blangjerango dan Terangun.

Sementara itu, sejumlah agen penampung minyak serai wangi menyambut baik kenaikan harga komoditas pertanian tersebut. Sempat merosot ke harga yang sangat rendah, kini harga minyak serai wangi berangsur membaik. Petani yang sebelumnya malas melakukan penyulingan, sekarang mulai bersemangat memproduksi minyak serai seiring membaiknya harga komoditas tersebut.

"Saat ini, harga minyak serai sudah berada di posisi Rp 170.000/kg. Petani mulai ramai melakukan penyulingan, mudah-mudahan harganya semakin baik ke depan," jelasnya.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved